NASIONAL

Sebagian Masyarakat Indonesia Ngotot Ingin Tetap Mudik

ilustrasi mudik. (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

JAKARTA, Kate.id – Sebagian masyarakat Indonesia masih bersikeras untuk mudik. Survei yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang) Kementerian Perhubungan menunjukkan hasil yang demikian.

“Dari hasil survei tersebut diketahui sebagian masyarakat akan tetap bersikeras mudik walaupun pemerintah melakukan intervensi dengan berbagai kebijakan atau keputusan tidak mudik. Sehingga diperlukan upaya untuk mengantisipasinya,” kata Kepala Balitbang Kemenhub Umiyatun Hayati Triastuti, Sabtu (16/5/2020).

Umiyatun menyebutkan pihaknya telah melakukan lima kali survei dengan cara daring dan home interview. Hasil survei daring kedua diperoleh potensi awal pemudik 56 persen tidak mudik, tujuh persen sudah mudik dan 37 persen akan mudik.

“Tujuh persen ini seperti mahasiswa, anak-anak indekos yang sudah mudik duluan atau orang yang sudah work from home,” katanya.

Setelah adanya intervensi kuesioner kebijakan imbauan tidak mudik, potensi berubah menjadi 80 persen tidak mudik dan 13 persen bersikeras untuk mudik. Hasil survei home interview kedua diperoleh potensi respons awal pemudik 68 persen tidak mudik dan 24 persen akan mudik.

“Sebanyak 24 persen ini mereka yang masih mengupayakan lewat jalan tikus atau asisten rumah angga yang merengek pulang karena diancam oleh keluarganya di kampung,” terang Umiyatun.

Dalam hal ini pihaknya terus memantau dan mengevaluasi data-data di lapangan karena sangat dinamis. Selain itu arus balik juga perlu diantisipasi dengan adanya manajemen lalu lintas seperti berupa lawan arus (contra flow) atau satu arah (one way) jika diperlukan. Memperketat pengawasan dan pengendalian transportasi, serta melakukan tes Covid-19 bagi pada masyarakat yang melakukan perjalanan balik.

Pemerintah pusat telah menyiapkan strategi yakni mengoordinasikan seluruh perangkat keamanan pemerintah daerah guna pengamanan akses keluar masuk wilayah zona merah. Kemudian menetapkan regulasi atau petunjuk teknis pembatsan lalu lintas dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi.

“Serta bekerja sama dengan pemda dalam menyusun strategi stimulus bagi angkutan transportasi yang masih beroperasi secara terbatas,” tegasnya. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

POPULER

To Top