HUKUM & KRIMINAL

Polisi Ringkus Dua Kelompok Penjual Surat Sehat Bebas Covid-19 Palsu

Polisi menangkap tujuh tersangka pelaku penjual surat sehat bebas virus Corona (Covid-19) (Dok. Istimewa)

JAKARTA, Kate.id – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menegaskan pihaknya telah menangkap kelompok pelaku penjual surat sehat bebas virus Corona (Covid-19) palsu di Bali.

“Jajaran Polres Jembrana Polda Bali telah melakukan penangkapan terhadap dua kelompok pelaku yang membuat dan menjual surat keterangan palsu baik secara manual baik maupun secara e- commerce,” kata Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (15/5/2020).

Kelompok pertama yang diringkus adalah tiga tersangka yang menjual dengan cara manual yaitu seorang supir travel berinisial FN (35), pengurus travel PB (20) dan seorang wiraswasta percetakan berinisial SW (30). Ketiganya ditangkap pada hari Kamis (14/5/2020) di Gilimanuk, Jembrana Bali.

Petugas menyita barang bukti berupa lima lembar surat keterangan dokter yang sudah dilengkapi dengan tanda tangan palsu, uang tunai Rp200.000, enam lembar blanko surat keterangan dokter, pulpen, dua HP dan 1 unit peralatan komputer.

Menurut dia, kasus ini terungkap saat penyidik mendapatkan informasi terkait adanya transaksi penjualan surat sehat bebas Covid-19 palsu di depan Pasar Gilimanuk.

“Kemudian ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polsek Pelabuhan Gilimanuk dan berhasil mengamankan pelaku FN sedang melakukan transaksi surat keterangan tersebut,” jelas dia.

Petugas juga meringkus kelompok pelaku yang menawarkan secara e-commercce. Empat tersangka yang diamankan yakni WD (38), IA (35), RM (25) dan PEA (31) yang berprofesi sebagai tukang ojek. “Keempat pelaku ditangkap di rumahnya masing- masing pada waktu yang sama dengan kelompok sebelumnya,” terang dia.

Surat keterangan kesehatan diperjualbelikan di platfom belanja online (Dok. istimewa)

Modus para pelaku adalah dengan memanfaatkan surat edaran No.4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dengan membuat dan menjual surat keterangan kesehatan yang palsu kepada para pengguna Pelabuhan Gilimanuk yang dijual secara manual atau e-commercce.

Motif para pelaku adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Selembar surat keterangan palsu dijual seharga Rp100.000 – Rp300.000. Akibat perbuatanya, para pelaku disangkakan dengan pasal 263 KUHP dan atau Pasal 268 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun kurungan penjara.

Ia menegaskan bahwa Direktorat Siber Bareskrim Polri pun telah melakukan penyelidikan terkait beredarnya penawaran surat keterangan bebas Covid-19 di tokopedia. “Sampai saat ini, masih dalam proses penyelidikan,” kata dia.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan antar wilayah agar bisa mematuhi ketentuan dalam surat edaran No.4 tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada terhadap pihak- pihak yang memanfaatkan situasi ini dengan menjual surat keterangan palsu yang melanggar hukum pidana.

Polri juga sudah mengintruksikan kepada seluruh jajaran, khususnya personil yang bertugas di pos check poin dan pos pantau PSBB agar lebih ketat dan teliti dalam memeriksa surat keterangan bebas Covid-19. (ip)

Comments

BERITA TERBARU

To Top