POLITIK

Cek Puskesmas dan Posko Covid-19, Rasid Sebut Hulu Rawan Penularan

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid (kanan) saat meninjau Puskesmas dan Posko Covid-19 di lima kecamatan wilayah Kukar hulu. (Foto: Humas DPRD Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Meski wilayahnya jauh dari ibu kota provinsi dan kabupaten, kecamatan yang ada di wilayah hulu dinilai Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid sangat rawan penyebaran virus corona baru (Covid-19).

Untuk itu belum lama ini Rasid bersama koleganya sesama anggota DPRD Kukar Dapil 6, meninjau langsung puskesmas dan posko Covid-19 yang ada di lima Kecamatan. Yaitu Kembang Janggut, Muara Wis, Muara Muntai, Sebulu dan Muara Kaman.

Rasid mengutarakan maksud,dirinya bersama anggota DPRD Kukar lainnya, ingin bersilaturahmi ke masyarakat. Sekaligus ingin melihat langsung kesiapan penanganan Covid-19 yang ada di lima Kecamatan tersebut.

“Daerah Kembang Janggut dan Muara Kaman, rawan penyebaran Covid-19 karena banyak perusahaan batu bara dan sawit di situ. Mobilisasi orang yang menjadi pekerja dari luar Kukar pasti terjadi, ini harus diantisipasi oleh kita, sebagai tindakan pencegahannya,” ungkap Rasid.

Politisi Partai Golkar ini juga mengecek ke Puskesmas, guna memastikan, apakah Alat Pelindung Diri (APD) yang dimiliki petugas medis di Hulu, sudah sesuai dengan standar operasional prosedur, yang ditetapkan pemerintah dan WHO.

“Kalau relawan satgas Covid-19 dan petugas medis, APD-nya tidak sesuai SOP, maka akan membahayakan mereka, rawan tertular virus,” ucap Rasid.

Dia merasa prihatin sejak pandemi Covid-19 terjadi, tatanan sosial, ekonomi, keagamaan dan industri mengalami gangguan yang cukup signifikan. Dan untuk memulihkannya butuh waktu yang lama, dan dana yang tidak sedikit.

Tidak lupa juga, Rasid memberikan bantuan APD dan bantuan jenis lainnya, ke petugas posko Covid-19 yang ada di kecamatan.

“Penanganan Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah daerah dan DPRD saja. Perusahaan juga harus terlibat, seperti membantu pengadaan APD yang standar, memberikan bantuan pangan serta bantuan lainnya, yang pembiayaannya bersumber dari dana CSR,” jelasnya. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top