EKONOMI & BISNIS

Tingkatkan Mutu Perkebunan Karet, Petani di Kutai Timur Dapat Bantuan Peralatan


SAMARINDA, Kate.id – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan bantuan peralatan pasca panen kepada petani karet di Kabupaten Kutai Timur.

Bantuan tersebut dalam upaya mendukung peningkatan program pengembangan pengolahan perkebunan dan peningkatan mutu dari komoditi perkebunan karet.

“Tahun anggaran 2020 ini, kami memperoleh dukungan dana APBD dalam kegiatan penanganan pasca panen komoditi karet,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, Kamis (14/5/2020).

Ujang menyebutkan, bantuan peralatan pasca panen diperuntukkan kepada dua kelompok tani di Desa Mukti Utama, Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur.

Adapun peralatan pasca panen berupa pisau sadap, mangkok sadap, ring mangkok sadap, talang sadap, bak pembeku aluminium, bahan pembeku lateks dan saringan lateks.

Ujang menjelaskan, provinsi Kaltim merupakan daerah yang sangat sesuai untuk pengembangan dan pembangunan subsektor perkebunan, termasuk komoditi karet.

Bantuan yang diberikan, Ujang mengakui dimaksudkan untuk memacu semangat pekebun agar pengolahan pasca panen karet (lateks) menjadi lebih berkualitas sesuai standard nasional.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia Bersama Thailand dan Malaysia. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, secara nasional produksi karet nasional pada 2018 mencapai 3,63 juta ton (angka sementara) turun 1,36% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kaltim sendiri dari data terakhir memiliki luas area lahan perkebunan karet sekitar 115.082 hektare. Dari jumlah tersebut, ditahun terakhir mampu memproduksi 57.389 ton. Dengan tingkat produktivitas 12,20 kw/ha.  Jumlah tersebut menurun dari produksi pada tahun 2017 sebanyak 63.510 ton.  

Sedangkan provinsi penghasil karet terbesar adalah Sumatera Selatan, yang menghasilkan 982 ribu ton atau sekitar 27% dari total produksi karet nasional. Di urutan kedua, Sumatera Utara dengan produksi 461 ribu ton atau sekitar 12,7% dari total dan ketiga, Riau dengan produksi 369 ribu ton atau sekitar 9,5% dari total.

Sedangkan di regional Kalimantan, produksi tertinggi di provinsi Kalbar dengan 275.937 ton, lalu Kalsel 193.341 ton dan Kalteng dengan produksi karetnya 155.368 ton. (lim)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top