EKONOMI & BISNIS

DPRD Kaltim Soroti Ketahanan Investasi di Balik Kemiskinan dan Pengangguran yang Meningkat

SAMARINDA, Kate.id – Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah berdampak langsung kepada masalah sosial di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Angka kemiskinan meningkat dua kali lipat. Bahkan puluhan ribu tenaga kerja telah dirumahkan dan di-PHK akibat wabah ini.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub hal tersebut tak bisa dihindari. Sebab, wabah ini tak hanya soal kesehatan, namun juga telah berdampak langsung pada kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dia tak memungkiri hal ini telah terjadi di Kaltim. Apalagi kondisi pandemi ini terjadi di saat kondisi ekonomi memang tak stabil akibat resesi ekonomi global. Yang telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan, hingga penyerapan tenaga kerja terbuka sangat minim.

“Diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 ini. Tapi ini membuktikan ternyata ketahanan investasi kita tidak begitu kuat dalam menghadapi Covid-19 ini,” jelasnya.  

BACA JUGA: Kemiskinan di Kaltim Meningkat 100 Persen karena Covid-19

Dengan kondisi demikian, kata dia, banyak perusahaan terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terkena dampaknya. Bahkan dampak tersebut juga dirasakan oleh perusahaan skala besar.

“Karena kita tidak cukup waktu mempersiapan kekebalan investasi di segala sektor, ini yang jadi persoalan. Jadi masalahnya beruntun begini,” imbuhnya.

Dengan faktor beruntun tersebut, dia menilai wajar angka kemiskinan dan pengangguran bertambah akibat tenaga kerja banyak yang dirumahkan dan di-PHK oleh perusahaan.

“Jadi sangat wajar, memang kondisi ini tidak bisa dihindarkan. Akhirnya perusahaan yang awalnya mampu, pelan-pelan merumahkan, kemudian mem-PHK karyawannya, karena tak pasti (pandemi Covid-19) sampai kapan,” bebernya.

Ia meminta, dari kejadian pandemi Covid-19 ini, Pemprov Kaltim dapat mengambil pelajaran. Mengevaluasi secara menyeluruh perencanaan pembangunan. Bagaimana setiap perencanaan pembangunan tersebut dapat meminimalisir segala dampaknya. Mulai dari sosial ekonomi hingga fasilitas infrastruktur kesehatan.

“Ini jelas ada hikmahnya. Kita jadi tau apa kekurangan kita selama ini. Jadi ke depan ini jadi bahan evaluasi dalam menyusun perencanaan pembangunan kita,” tegasnya.

Namun demikian, Rusman mengaku tetap optimistis. Kondisi ekonomi tanah air, khususnya Kaltim, bakal kembali bergairah seiring dengan selesainya wabah Covid-19 nanti. Yang pada akhirnya masalah sosial masyarakat, kemiskinan, dan pengangguran dapat ditekan kembali.

“Yang perlu dilakukan pemerintah sekarang ini bagaimana hadir membantu mereka yang terkena dampak secepatnya. Kami di Komisi IV sudah menekankan hal ini kepada pemerintah. Kami sudah sepakat refocusing dan realokasi Rp 500 miliar di APBD 2020 ini, salah satunya fokus pada bantuan sosial dan recovery ekonomi,” tegasnya.

BACA JUGA: Sembilan Ribu Lebih Pekerja Kaltim Ter-PHK dan Dirumahkan Imbas dari Pandemi Covid-19

Dia menjelaskan, recovery ekonomi berupa berbagai kebijakan kepada pelaku usaha, khususnya UMKM. Sebagaimana kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Di antaranya, penundaaan pembayaran kredit usaha bagi UMKM, stimulan keringanan atau penundaaan pembayaran pajak, hingga menurunkan tingkat suku bunga kredit.

“Ini ada APBD juga. Tak hanya pusat. Misalnya membantu UMKM kita dari sisi permodalan atau membantu dari sisi penguatan manajemen. Itu menggunakan APBD semua,” sebutnya.

Masyarakat juga diminta ikut berpartisipasi mempercepat berakhirnya pandemi ini. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Agar penularan tak semakin meluas.

“Sesuai keputusan Presiden Jokowi, yang memilih kita berdamai dengan virus corona ini. Artinya, aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun kita tetap dengan mencegah penularan,” tandasnya. (lim)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top