KESEHATAN

Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Ilustrasi kesehatan mental. (Foto: Buset Online)

JAKARTA, Kate.id – Masyarakat diminta mengelola kesehatan mental saat pandemi Covid-19. Pasalnya kondisi pandemi rentan memunculkan gangguan kecemasan.

Psikolog Ayu Shinta Sadewo mengatakan, cemas terjadi karena ketidakpastian. Seperti pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

“Sesuatu yang tidak pasti itu bikin kita cemas,” jelas Ayu, Kamis (14/5/2020).

Kata dia, orang yang memiliki gangguan kecemasan memiliki ciri- ciri seperti detak jantung berdetak lebih cepat hingga bernafas lebih cepat dari biasanya. Sedangkan untuk ciri psikologisnya yakni mudah emosi, susah tidur, hingga mengalami gangguan nafsu makan.

“Perasaan cemas tersebut tidak baik untuk imunitas tubuh dan sangat mempengaruhi fisik seseorang. Padahal pada saat seperti ini, kita membutuhkan imunitas yang tinggi,” terang Ayu.

Lebih lanjut dia meminta masyarakat yang mengalami gangguan kecemasan untuk berlatih mindfulness. Mindfulness sendiri memiliki arti yakni kesadaran penuh untuk bisa hadir sepenuhnya dalam setiap kondisi.

“Individu tersebut memberikan perhatian pada apa yang sedang dirasakan dan menerimanya,” bebernya.

Adapun tindakan yang bisa dilakukan yakni mengontrol apa yang bisa dikendalikan pada saat pandemi Covid-19. Misalnya cuci tangan pakai sabun dan pembatasan jarak fisik. “Kita tidak bisa mengontrol pandemi ini kapan berakhirnya,” sebut Ayu.

Langkah berikutnya yang bisa dilakukan yaitu dengan membantu sesama yang membutuhkan. Karena membantu orang lain akan membuat kita gembira dan perasaan gembira itu merupakan obat dari kecemasan.

“Selain itu, perlu batasi informasi yang masuk. Terutama informasi yang negatif. Kalau masih sulit untuk ditangani, maka segera hubungi ahlinya,” tandasnya. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top