NASIONAL

Kasus Positif Covid-19 Tembus 16 Ribu, Jokowi Minta Semua Pihak Doakan Indonesia

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Gugus Tugas)

JAKARTA, Kate.id – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat jumlah penambahan kasus positif virus corona baru (Covid-19), Kamis (14/5/2020). Jumlahnya pun masih tinggi, bahkan kini total pasien positif Covid-19 telah menembus angka 16 ribu.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus terkonfirmasi bertambah 568 orang. Sehingga totalnya menjadi 16.006. Sedangkan jumlah kasus meninggal yang disebabkan Covid-19 bertambah menjadi 1.043 setelah ada penambahan sebanyak 15 orang.

Sementara untuk pasien sembuh, bertambah 231. Sehingga kini asudah 3.518 pasien positif Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan sembuh.

“Untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 1.162 disusul Sulawesi Selatan 293, Jawa Timur sebanyak 278, Jawa Barat 242, Jawa Tengah 229, Bali 223 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 3.518 orang,” beber Yurianto.

Atas terus bertambahnya kasus positif Covid-19 ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pihak untuk bersama mendoakan bangsa Indonesia. Agar terbebas dari pandemi yang turut dihadapi oleh sebagian besar belahan dunia.

“Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT. Agar rakyat, bangsa, dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandemi ini,” kata Jokowi.

Menurut dia, masyarakat di sebagian besar belahan dunia tengah menjalani masa-masa sulit dan berjuang untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dengan cepat wabah tersebut menyebar ke lebih dari 213 negara dan hampir 4,4 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus tersebut.

Pandemi tersebut juga membuat masyarakat harus menyesuaikan kehidupannya sehari-hari dengan melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing. Ada pula yang harus berbaring di rumah sakit, namun banyak juga yang berpulang meski juga banyak yang telah diberikan kesembuhan.

“Dalam menghadapi kesulitan ini kita tidak boleh pesimistis. Kita semua wajib berikhtiar, berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri, keluarga, saudara, bangsa, dan negara kita dari penularan virus korona ini sehingga semua bisa terjaga keselamatan jiwa dan raganya,” sebut Jokowi.

Orang nomor satu di republik ini juga mengingatkan, untuk melindungi diri dari wabah virus tersebut, masyarakat harus berdisiplin dalam menjaga kesehatannya. Di antaranya ialah dengan disiplin menjaga imunitas, cuti tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menggunakan masker, tidak mudik, serta menerapkan kebijakan bekerja di rumah, bersekolah dari rumah, dan beribadah di rumah.

Di tengah kesulitan yang dihadapi saat ini, Presiden Joko Widodo mengaku bersyukur atas apa yang dilihatnya di masyarakat. Masyarakat dari berbagai lapisan ikut membantu dan bergerak cepat memberikan contoh teladan yang baik dengan mengulurkan tangan dan saling tolong-menolong.

Pandemi ini menurutnya menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial. Antartetangga kini saling menjaga, antarkampung saling membantu, dan antaranak bangsa dari berbagai suku, agama, dan kelompok bergerak bersama-sama untuk berbagi kepedulian.

“Bangkitnya rasa kemanusiaan, persaudaraan, dan persatuan dari segala penjuru adalah sebuah kekuatan mahabesar yang menambah keyakinan saya bahwa musibah ini insyaallah akan mampu kita atasi bersama-sama,” ucap Jokowi.

Selain berikhtiar sekuat tenaga untuk menanggulangi pandemi Covid-19, Presiden juga mengajak masyarakat untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kemampuan dalam menghadapi cobaan dan keselamatan dari pandemi ini.

“Marilah kita bersama menundukkan kepala, merendahkan hati, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, agar diberikan kesabaran menerima musibah ini dengan lapang dada, diberikan kekuatan agar kita bisa selamat dan melewati ujian yang diberikan oleh Allah SWT.,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden juga mengajak rakyat Indonesia untuk menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan sekaligus menghidupkan optimisme dan tetap menjaga empati dan solidaritas sosial selama masa pandemi ini. Inilah saat yang tepat bagi seluruh pihak untuk melihat sekeliling dan membantu beban saudara sebangsa dan setanah air.

“Insyaallah Tuhan Yang Mahakuasa akan membukakan jalan bagi kita, rakyat, dan bangsa Indonesia untuk bangkit kembali,” tandasnya. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top