METROPOLIS

Bawa 41 Penumpang dari Jakarta, Batik Air Mendarat di Samarinda

Batik Air mendarat di Bandara APT Pranoto Kamis (14/5/2020) sebagai pesawat pertama yang mendarat setelah penerapan relaksasi transportasi di tengah pandemi Covid-19 diberlakukan. (Dok. Humas APT Pranoto)

SAMARINDA, Kate.id – Maskapai Batik Air mendarat dengan sempurna di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis (14/5/2020) sekira pukul 13.53 Wita. Maskapai tersebut menjadi pesawat pertama yang mendarat setelah diterapkannya relaksasi kebijakan transportasi di masa pandemi virus corona baru (Covid-19) ini.

Batik Air dengan kode penerbangan ID6256 dari Jakarta (CGK-AAP) membawa 41 penumpang. Sebanyak 38 penumpang ekonomi dan tiga penumpang bisnis. Padahal tipe pesawat Airbus A320 ini mampu menampung 178 penumpang.

Hal tersebut dibenarkan Kepala UPBU APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi. “Alhamdulillah exemption flight, telah mendarat dengan aman dan lancar di APT Pranoto Samarinda,” kata dia.

Diketahui, dalam pembukaan penerbangan transportasi kembali ini bukan untuk komersial umum. Melainkan hanya melayani penerbangan exemption flight atau penerbangan pengecualian. Sebagaimana diatur dalam SE Gugus Tugas Covid-19 No 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dengan artian para penumpang ini dipastikan sudah memenuhi klasifikasi dan memenuhi pelbagai persyaratan untuk menggunakan jasa penerbangan. “Pemeriksaan dari tim gabungan gugus tugas Covid-19 dari daerah asalnya,” kata Kepala Seksi Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto, Adrian Rora. Setelah mendarat, para penumpang ini juga tetap melewati protokol kesehatan di Bandara APT Pranoto.

Dia menjelaskan, pada Kamis (14/5/2020) bandara APT Pranoto hanya melayani satu penerbangan maskapai Batik Air, dari dan ke Samarinda atau dua pergerakan. Dan pergerakan slot penerbangan itu dapat dipergunakan maskapai yang berbeda hanya dua kali.

“Untuk keberangkatan dari Samarinda, dengan kode ID6257 tujuan Samarinda- Jakarta (AAP-CGK) Batik Air membawa 36 penumpang,” sebutnya.

Tak Penuhi Syarat, Tak Bisa Berangkat

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas KKP kepada calon penumpang di Bandara APT Pranoto (Dok. istimewa)

Dibukanya transportasi di tengah pandemi Covid-19 ini bukan berarti memudahkan masyarakat untuk mudik. Sebab menurut Kepala UPBU APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, penerbangan hanya untuk exemption flight atau penerbangan pengecualian.

Dia mengimbau bagi calon penumpang yang ingin berangkat untuk memastikan harus sesuai dengan kriteria dan memenuhi segala persyaratan yang diperlukan. Jika calon penumpang tidak memenuhi klasifikasi dan persyaratan, artinya calon penumpang tersebut tidak bisa diberangkatkan.

“Sebelum beli (tiket) pihak maskapai menanyakan surat perjalanan dinas dan lainnya, termasuk bebas Covid-19. Makanya pembelian tiket hanya dilayani ke agen tiket atau maskapai sendiri, bukan di traveloka,” terangnya.

Dengan segala kriteria dan persyaratan tersebut, petugas bandara bersama Gugus Tugas Covid-19 yang bertugas di APT Pranoto selektif mengecek segala persyaratan yang sesuai aturan dari setiap calon penumpang. Ada tiga tahap pemeriksaan yang dilakukan oleh tim gabungan. Pemeriksaan pertama di pintu masuk bandara oleh petugas TNI-Polri. Kemudian, pemeriksaan dilakukan petugas otoritas bandara, hingga pemeriksaan kesehatan (rapid test) oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan/Bandara (KKP).

Petugas otoritas bandara melakukan pengecekan segala dokumen persyaratan calon penumpang di Bandara APT Pranoto (Dok. Istimewa)

“Ini hanya khusus untuk penumpang yang sudah memiliki tiket dengan kelengkapan yang lengkap. Karena lain hal menunda keberangkatan atau cancel dari penumpangnya sendiri. Maka bisa ditunda atau reschedule selama masa berlaku rapid test-nya belum kedaluwarsa tentunya,” kata Kepala Seksi Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto, Adrian Rora.

Sejauh ini, kata dia, belum ada penumpang yang gagal terbang di Bandara APT Pranoto. Semua calon penumpang memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan.

“Alhamdulillah berjalan lancar, aman, tertib dan terkendali. Berkat dukungan semua pihak khususnya Tim Gabungan Pengendalian Gugus Covid 19 Kota Samarinda. Tetapi jika ada pun (calon penumpang gagal terbang), kami siap memberikan penjelasan juga melayani dengan telah dibentuknya Posko Bandara,” tandasnya. (lim)

Editor: Jonathan Antonius

Apa saja kriteria dan persyaratan yang harus disiapkan ? Klik disini

Comments

BERITA TERBARU

To Top