METROPOLIS

Kemiskinan di Kaltim Meningkat 100 Persen karena Covid-19

Gubernur Kaltim Isran Noor. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA, Kate.id – Pandemi virus corona baru (Covid-19) membuat banyak warga Kalimantan Timur (Kaltim) kehilangan pekerjaan. Alhasil, jumlah warga miskin di Benua Etam pun bertambah. Hal ini diakui Gubernur Kaltim Isran Noor.

Diungkapkan, data-data resmi di Dinas Sosial maupun Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah orang miskin baru bertambah akibat terdampak Covid-19. Bahkan mencapai 100 persen dari jumlah yang ada.

“Sebab orang yang berjualan sangat sepi. Kalaupun ada penghasilan, ya habis hari ini juga,” ujar Isran Noor dikutip dari siaran pers Pemprov Kaltim.

Orang nomor satu di Kaltim itu mengakui dampak Covid-19 sangat luar biasa terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Belum lagi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pekerja dirumahkan yang jumlahnya terus meningkat.

Hal tersebut menjadi indikasinya terjadi penambahan jumlah penduduk miskin baru. Karena itu, Isran menyebut perlu kerja sama dan sinergitas serta gotong- royong dari semua pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Sekecil apapun bantuan yang diberikan tentu sangat besar manfaatnya bagi yang membutuhkan. Khususnya bantuan sembako bagi mereka yang terdampak Covid-19,” tegasnya.

Kata Isran, penanganan pandemi Covid-19 juga dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bukan semata tanggung jawab pemerintah. Tetapi perlu dukungan dan partisipasi dari seluruh stakeholders. Termasuk perusahan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim.

Karena itu, Isran memohon dukungan semua pihak untuk bersama membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Bantuan khususnya berupa sembako agar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kepada semua pihak, diharapkan bantuannya untuk meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang terdampak dari wabah Corona ini,” sebut Isran.

Dia meyakinkan pihak penyumbang agar memercayakan bantuan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Karena bantuan yang diberikan dipastikan tepat sasaran.

Bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat terdampak. Sebab, selain data yang dikumpulkan tim gugus tugas ternyata masih banyak warga yang belum terdata, tetapi mereka terdampak.

“Karena itulah, kami mohon bantuan semua pihak agar bisa bersama meringankan beban mereka yang terdampak,” jelasnya.

Selain itu masyarakat diminta selalu mengikuti anjuran pemerintah agar tetap menjaga jarak dan tetap di rumah. Jika memang tidak memiliki aktivitas yang penting di luar.

Dengan melakukan physical distancing, tak berkumpul dan meniadakan kegiatan, masyarakat dinilai telah membantu pemerintah mencegah penularan virus corona.

“Kita berdoa selama bulan suci ini semoga virus ini segera berakhir dan diakhir Ramadhan betul-betul virus ini hilang. Semoga masyarakat yang telah terkonfirmasi juga segera sembuh,” harapnya. (lim)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top