METROPOLIS

Covid-19 Tunda Pemasangan Jaringan Listrik di Batu Dinding

Manajer PLN Tenggarong Suwarno. (Foto: Hik/kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Rencana pemasangan jaringan listrik di dusun Batu Dinding Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) tampaknya bakal tertunda lagi. Padahal masyarakat dusun tersebut harus rela bertahun-tahun hidup tanpa menikmati listrik PLN.

Manajer PLN Tenggarong Suwarno pada Senin(11/5/2020) sore mengatakan, pemasangan instalasi listrik di Batu Dinding berpotensi batal. Lantaran pandemi virus corona baru (Covid-19).

“Dengan kondisi saat ini, pandemi Covid-19 masih terjadi, pemasangan jaringan listrik yang direncanakan September nanti dibangun, bisa ditunda pembangunannya,” sebut Suwarno.

Beberapa alasan berpotensi menunda pembangunan jaringan listrik di Batu Dinding. Di antaranya pemerintah masih konsentrasi penanganan Covid-19 di Indonesia. Sehingga anggaran pemerintah akan fokus dipergunakan untuk penanganan Covid-19.

“Termasuk lembaga kami, juga fokus kepada penanganan Covid-19. Anggaran pengembangan jaringan, bisa dilarikan ke penanganan Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, pemasangan jaringan baru listrik juga membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Jika berkumpul banyak orang, maka melanggar protokol penanganan pencegahan penyebaran Covid-19. Ini yang tidak mungkin dilakukan terlebih dahulu saat ini untuk menghindari kerumunan banyak orang.

“Tetapi kami tetap memantau, rencana pembangunan jaringan listrik di Batu Dinding. Karena memang sudah masuk rencana strategis pengembangan jaringan PLN,” sebutnya.

Dijelaskan, yang menjadi wilayah kerja PLN Tenggarong meliputi Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, dan Muara Kaman. Untuk menuju dusun Batu Dinding, harus melintasi jarak sepanjang 25 KM dari pusat Kecamatan Tenggarong.

Dusun Batu Dinding sendiri sudah bertahun-tahun tidak menikmati listrik PLN. Masyarakat dusun tersebut hanya mengandalkan listrik yang bersumber dari alat Genset yang dibeli masing-masing secara mandiri. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top