POLITIK

DPRD Kutai Kartanegara Ikut Pantau Penyaluran Sembako di Kota Bangun

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid saat memantau penyerahan bantuan sembako Pemkab Kukar di kecamatan Kota Bangun. (Foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid ikut memantau pendistribusian sembako dari Pemkab Kukar kepada masyarakat yang layak menerima di Kota Bangun, Jumat (8/5/2020) sore. Hal ini dilakukan Rasid dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengontrol kebijakan pemerintah daerah. 

Rasid bersama anggota DPRD Kukar daerah pemilihan (Dapil) Hulu, menemani Bupati Kukar Edi Damansyah yang turut didampingi Camat Kota Bangun Mawardi, dan unsur Muspika, serta perwakilan pemerintahan desa. Penyerahan paket sembako secara langsung dilakukan kepada 3 kepala keluarga (KK) perwakilan warga masyarakat RT XI Dusun Mantang, Desa Loleng.

Warga yang menerima bantuan tersebut, merupakan bagian dari 4.641 KK yang terkena dampak pandemi Covid-19 di 21 desa se-Kecamatan Kota Bangun.

Rasid menyebut, lembaga yang dipimpinnya ingin memantau secara langsung, kebijakan pembagian sembako dari Pemkab Kukar. Tujuannya agar dapat tepat sasaran.

“Data penerima bantuan harus akurat, jangan sampai salah sasaran. Masyarakat yang banyak melapor ke DPRD, sangat berharap pendistribusian sembako bisa secepatnya dan merata,” tutur Rasid.

“Bantuan sembako dari Pemkab Kukar sangat membantu masyarakat, jangan sampai ada masyarakat yang tidak dapat sembako. Padahal masyarakat tersebut sangat membutuhkan,” sambungnya.

Sementara itu Bupati Edi mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kukar. Lantaran ikut memantau langsung pendistribusian bantuan pangan dasar bagi masyarakat yang terkena dampak dari penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada Ketua DPRD Abdul Rasid, yang ikut memantau langsung pendistribusian sembako bagi masyarakat,” ucap Bupati Edi.

Diakui, ada kemungkinan masih ada warga yang membutuhkan namun tidak mendapatkan bantuan. Karenanya, dia menyatakan kepada warga yang merasa layak mendapat bantuan namun belum menerima, dapat melaporkan kepada pemerintah melalui RT atau lurah. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top