METROPOLIS

Sembilan Ribu Lebih Pekerja Kaltim Ter-PHK dan Dirumahkan Imbas dari Pandemi Covid-19

Ilustrasi pencari kerja (Dok. Aloysius Jarot Nugroho /ANTARA FOTO)

SAMARINDA, Kate.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat sudah ada 9.553 pekerja dari 326 perusahaan di Kaltim yang terkena imbas dimasa pandemi virus corona (Covid-19) ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.627 tenaga kerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari 113 perusahaan. Sisanya, ada 7.926 tenaga kerja dirumahkan oleh 213 perusahaan tempat mereka bekerja.

“Data ini kami kumpulkan dari laporan kabupaten kota hingga  4 Mei 2020. Kemungkinan akan terus bertambah karena belum semua kabupaten kota melaporkannya,” kata Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos, Daeng Usman, Jumat (8/5/2020).

Sumber: Disnakertrans Provinsi Kaltim

Dari data yang diperoleh Disnakertrans Kaltim, baru delapan dari 10 kabupaten/kota di Kaltim yang telah menyampaikan laporan pekerja yang terkena dampak akibat pandemi corona ini. Sedangkan dua daerah lainnya, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu belum menyerahkan laporan kepada provinsi.

“Dari jumlah tersebut paling banyak di Balikpapan pekerja yang terkena dampak. Baik yang terkena PHK maupun yang dirumahkan,” jelasnya.

Di Balikpapan tercatat 19 perusahaan telah mem-PHK 1.091 tenaga kerjanya. Dan 60 perusahaan telah merumahkan 5.698 tenaga kerja. Sementara yang paling sedikit pekerja yang terdampak di Kabupaten Paser, hanya empat pekerja.

Ribuan tenaga kerja yang terdampak tersebut, kata dia, tak lepas dari lemahnya perekonomian di tengah pandemi corona ini, yang telah menyebabkan sejumlah perusahaan terpaksa melakukan PHK dan merumahkan sebagian pekerjanya. Sehingga mereka ini dikategorikan sebagai pekerja dampak dari pandemi Covid-19.

Pekerja Batu Bara dan Program Kartu Pra Kerja

Program Kartu Pra Kerja (Dok. Istimewa)

Dari tenaga kerja yang terdampak tersebut, Disnakertrans Kaltim mencatat, mayoritas berasal dari perusahaan pertambangan batu bara, UMKM, hingga bidang jasa lainnya.

Kabid Pengembangan Tenaga Kerja Dinaskertrans Provinsi Kaltim, Sulistri Kawiyani menjelaskan, mayoritas tenaga kerja yang terkena dampak Covid-19 tersebut telah mendaftarkan diri di program Kartu Pra-Kerja. Sebagai salah satu bantuan program dari pemerintah bagi tenaga kerja yang terkena dampak di tengah pandemi corona ini.

Dari data yang diterimanya, hingga saat ini sudah lebih dari 7.400 orang mendaftarkan program Kartu Pra Kerja. “Yang paling banyak mengajukan pendaftaran program itu juga dari pekerja sektor UMKM, batu bara dan jasa,” terangnya.

Hanya saja, diakuinya, proses pemanfaatan program tersebut masih terkendala. Para peserta yang telah mendaftar masih kesulitan mengikuti program pelatihan sebagaimana yang dimaksud dalam program tersebut. Padahal, kata dia, yang mengikuti program itu tak hanya tenaga kerja yang terkena dampak pandemi Covid-19, namun juga diikuti oleh para pencari kerja baru.

“Ada yang sudah selesai pelatihan sertifikatnya tidak keluar. Masalah ini sudah kami konfirmasi juga dengan Kementerian Perekonomian namun belum ada jawaban. Kami masih menunggu lanjutannya prosesnya,” tandasnya. (lim)

Editor: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top