METROPOLIS

Pemkab Kutai Kartanegara Beli Alat PCR, Diagnosis Covid-19 Bakal Lebih Cepat

Kadinkes Kukar dr Martina Yulianti dua dari kanan) saat rapat bersama Bupati Kukar Edi Damansyah, serta Sekda Kukar Sunggono, guna membahas perkembangan Covid-19 di Kukar. (foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kebijakan strategis diambil Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) demi percepatan penanganan penyebaran virus corona baru (Covid-19). Yaitu Pemkab Kukar membeli alat Polynerase Chain Reaction (PCR) yang berfungsi mendiagnosis lebih awal sampel swab bagi orang yang diduga terdapat virus corona di tubuhnya.

“Kami sudah membeli alat PCR dan ini masih dalam proses pengiriman. Bukan hanya Kukar yang membeli alat PCR, Kota Samarinda dan Balikpapan juga sudah membeli dan masih proses pengiriman,” ujar Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kukar, dr Martina Yulianti.

Martina menjabarkan, selama ini untuk mengetahui hasil uji swab pasien memakan waktu yang cukup lama. Karena sampel swab harus dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yang ada di Surabaya. Jika Kukar sudah punya alat PCR sendiri, maka hasil uji sampel swab lebih cepat diketahui.

“Mudah-mudahan alatnya bisa cepat datang, paling cepat pekan depan sudah datang alatnya,” ucapnya. Meski Kukar sudah memiliki alat PCR sendiri, untuk informasi awal uji sampel swab tetap dikirim ke Surabaya.

Dijelaskan, kesiapan daerah memiliki alat PCR harus dilengkapi. Seperti sarana prasarana pendukung penyimpanan alat, serta SDM yang mumpuni. Kukar dalam hal ini sudah siap dengan semua persyaratan itu.

Sebelumnya Kukar juga sudah membeli ribuan alat rapid test untuk melakukan uji cepat kepada orang yang berpotensi tertular. Seperti tenaga medis yang saat ini menangani langsung Covid-19.

Pembelian alat PCR oleh Pemkab Kukar ini disambut hangat dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Salah satu warga Tenggarong, Yusuf sangat mendukung apa yang sudah dilakukan Pemkab Kukar yang dipimpin Bupati Edi Damansyah.

“Kukar terbilang tinggi angka Pasien Dalam Pengawasan(PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jika alat PCR datang, maka untuk mengetahui hasil orang itu berpositif corona bisa lebih cepat, tanpa harus dibawa ke BLKK Surabaya,” ujar Yusuf. (hik)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top