KESEHATAN

Pandemi Covid-19 Bisa Ubah Perilaku dan Kejiwaan Masyarakat

Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad. (Foto: Dok. Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA, Kate.id – Pandemi virus corona baru (Covid-19) disebut bisa mengubah perilaku dan kejiwaan masyarakat. Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad.

Dia mengingatkan pandemi wabah impor ini ikut berkontribusi mengubah perilaku dan kejiwaan masyarakat. Selain tentunya segi ekonomi, sosial, dan kesehatannya.

Untuk itulah pada masa pandemi Covid-19 yang melanda negara-negara di belahan dunia juga merambah Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaunching Layanan Psikologi untuk Sehat Jiwa (Sejiwa).

“Karenanya, melalui layanan psikologi Sejiwa ini, diharapkan masyarakat bisa secara aktif berkonsultasi dengan kami terkait beban kejiwaan mereka selama pandemi Covid-19 ini,” kata Halda dikutip dari siaran pers Pemprov Kaltim, Jumat (8/5/2020).

Menurut dia, program Sejiwa diluncurkan menghadapi dampak pandemi corona. Program ini kerja sama Kemen PPPA dengan Himpsi, Kemenkes dan BNPP di tingkat pusat. Di daerah dikerjasamakan DKP3A dengan Dinas Kesehatan, Himpunan Psikolog dan BPBD serta instansi terkait dan lembaga kemasyarakatan.

Dijelaskan Halda, pemenuhan kebutuhan dasar, kelompok rentan terdampak yang meliputi ibu hamil dan menyusui, kelompok anak, penyandangan disabilitas dan lansia mempunyai kebutuhan spesifik. Juga kebutuhan mendasar terkait kesehatan reproduksi, tumbuh kembang, dan kesehatan spefisik lainnya.

“Pada masa Covid-19 ini, banyak keluarga, khususnya keluarga rentan miskin fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar (sembako) dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan spesifik (kejiwaan),” terangnya.

Karena itu diperlukan bantuan kebutuhan spesifik kelompok rentan terdampak Covid-19, khususnya perempuan dan anak. Pemenuhan kebutuhan spesifik, tidak hanya gizi dan nutrisi untuk proses tumbuh kembangnya.

“Tetapi kebutuhan psikisnya seperti berinteraksi, bermain dan berpendapat,” pungkas Halda. (lan)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top