EKONOMI & BISNIS

Tak Mampu Bayar THR, Perusahaan Masih Bisa Dialog

Ida Fauziyah. (Foto: Celebes News)

JAKARTA, Kate.id – Surat edaran (SE) tentang tunjangan hari raya (THR) dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan perusahaan harus membayar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Namun begitu, bila tidak mampu membayar pada waktu yang ditentukan, perusahaan bisa melakukan dialog.

“Memperhatikan kondisi perekonomian saat ini sebagai akibat Pandemi COVID-19 yang membawa dampak pada kelangsungan usaha dan mempertimbangkan kebutuhan pekerja/buruh akan pembayaran THR Keagamaan maka diperlukan kesamaan pemahaman antara pengusaha dan pekerja/buruh,” ungkap Ida dalam SE Menaker Nomor M/6/HI.00.01/V/2020.

SE tentang THR itu mengatakan, perusahaan agar membayar THR keagamaan kepada pekerja/buruh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Namun, ketika perusahaan tidak mampu membayar THR pada waktu yang ditentukan maka solusi atas permasalahan tersebut harus diperoleh melalui proses dialog kekeluargaan antara pengusaha dan pekerja.

Dalam dialog dapat menyepakati beberapa hal. Yaitu bila perusahaan tidak dapat membayar THR secara penuh pada waktu yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku, maka pembayaran THR dapat dilakukan secara bertahap.

Poin kedua, bila perusahaan tidak mampu membayar sama sekali THR pada waktu yang ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka pembayaran THR dapat ditunda sampai dengan jangka waktu tertentu yang disepakati.

Kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, seperti tertulis di SE yang ditujukan untuk gubernur seluruh Indonesia itu, harus dilaporkan perusahaan kepada dinas yang terkait ketenagakerjaan.

“Kesepakatan mengenai waktu dan cara pembayaran THR Keagamaan dan denda, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan dan denda kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta dibayarkan pada tahun 2020,” tegas Ida. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top