HUKUM & KRIMINAL

KPK Serius Berantas Korupsi, Tetapi Sulit Tangkap Koruptor

ilustrasi KPK.

JAKARTA, Kate.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengaku kesulitan dalam menangkap buronan koruptor. Di satu sisi, mereka mengklaim serius dalam pemberantasan kasus korupsi.

“Kalau soal keseriusan menangkap para buron, kami sangat-sangat serius. Akan tetapi, persoalannya bukan hanya pada tataran itu. Ini yang sedang kami evaluasi, praktik yang membuat para tersangka potensi melarikan diri,” ungkap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Dijelaskan, sejak kepemimpinan Firli Bahuri sudah ada lima tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Di antaranya mantan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Kemudian Rezky Herbiyono, pengusaha swasta yang tak lain menantu Nurhadi; Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto; dan pemilik perusahaan pertambangan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) Samin Tan.

Kendala yang dihadapi, beber Nawasi, adalah empat orang tersebut kecuali Harun Masiku, diumumkan terlebih dahulu penetapannya sebagai tersangka. Dari kelima DPO terkecuali Harun Masiku, merupakan hasil OTT.

“Sejak pengumuman status tersangka tersebut, terkadang memakan waktu yang lama baru tahapan pemanggilan terhadap mereka. Hal ini menjadi ruang bagi para tersangka tersebut untuk melarikan diri,” sebut Nawawi.

Karena itu KPK mencoba mengevaluasi dan membenahi dengan memulai model bahwa saat pengumuman status sebagai tersangka maka tersangka sudah ditangkap terlebih dahulu. Saat diumumkan statusnya, langsung dimulai dengan tindakan penahanan.

Model ini mulai coba dilakukan untuk minimalkan banyaknya tersangka yang melarikan diri dan ujung-ujungnya DPO.

“Perlu diketahui bahwa para DPO di atas, terkecuali si Harun Masiku, telah cukup lama ditetapkan statusnya sebagai tersangka,” tandas Nawawi. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top