EKONOMI & BISNIS

Jutaan Pelanggan Dapat Subsidi Listrik, PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif

JAKARTA, Kate.id – Jutaan pelanggan listrik mendapat subsidi dari pemerintah di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Sementara PT PLN memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik yang mengakibatkan tagihan pelanggan membengkak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan pemerintah memastikan memberikan subsidi listrik bagi jutaan pelanggan listrik. Yaitu, bagi merak yang masuk kategori kurang mampu. Kepada pelanggan 450 VA yang berjumlah sekitar 23,9 juta pelanggan, dan golongan 900 VA tidak mampu sekitar 7,3 juta pelanggan. 

Selain itu, pemerintah juga menanggung 100 persen biaya pelanggan bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA selama 6 bulan dari Mei-Oktober 2020. “Untuk golongan tarif rumah tangga lainnya tidak mendapat subsidi listrik, termasuk 900 VA rumah tangga mampu sekitar 22,7 juta pelanggan dan 1.300 VA sekitar 11,6 juta pelanggan,” kata Arifin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, pemerintah tidak menanggung subsidi listrik rumah tangga mampu 900 VA dan 1.300 VA. Ia menegaskan, golongan tersebut umumnya memiliki aset-aset, seperti perangkat elektronik, televisi, lemari es, hingga AC. “Saat ini, alokasi dana dari pemerintah belum memadai dan posisi keuangan PLN tidak dalam kondisi yang bisa mendukung,” ujarnya.  

PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif

Belakangan ini, masyarakat mengeluhkan tagihan listrik yang dianggap tinggi. Namun, PLN memastikan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik dari semua golongan yang menyebabkan naiknya tagihan listrik seperti yang dikeluhkan masyarakat.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, mengatakan tarif listrik masih sama dengan tarif yang diterapkan sejak 2017.

Menurutnya, tagihan naik dikarenakan masyarakat pelanggan listrik 900 VA non subsidi dan 1.300 VA memang mengkonsumsi listrik yang naik saat penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) di tengah pandemi Covid-19 ini.

Seperti diketahui penetapan tarif dilakukan 3 bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode 3 bulan sebelumnya.

“Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur Executive Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka, dalam keterangan tertulisnya.

Besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut:
1. Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh
2. Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh
3. Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh
4. Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh

Menurutnya, peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah.

“Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktivitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktivitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan,” tandasnya. (IP)

Comments

BERITA TERBARU

To Top