EKONOMI & BISNIS

Selama April, Kaltim Alami Deflasi -0,14 persen

SAMARINDA, Kate.id – Angka Inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada April 2020 sebesar -0,14 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 1,96 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Anggoro Dwithjahyono saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Senin (4/5/2020).

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,34 persen. Diikuti kelompok transportasi sebesar -1,24 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,48 persen.

Kemudian kelompok lainnya mengalami peningkatan indeks yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,56 persen. kelompok kesehatan sebesar 0,58 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,06 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuma restoran sebesar 0,05 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,54 persen.

Sementara kelompok yang cenderung stabil adalah Kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; dan kelompok pendidikan masing-masing sebesar 0,00 persen.

Lanjutnya, pada April 2020 dari 11 kelompok pengeluaran, 4 kelompok memberikan andil inflasi, 3 kelompok memberikan andil deflasi dan 4 kelompok lainnya cenderung stabil. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,09 persen.

Lalu, kelompok yang memberi andil negatif yaitu : kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,09 persen,diikuti kelompok transportasi sebesar -0,16 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,03 persen.

Kelompok yang cenderung stabil jelasnya adalah Kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga; dan kelompok pendidikan masing-masing sebesar 0,00 persen.

Jika dirinci menurut kota, pada bulan April 2020, Kota Samarinda mengalami deflasi sebesar -0,28 persen dengan IHK 103,71. Sementara Kota Balikpapan mengalami inflasi 0,02 persen dengan IHK 103,27. Pada bulan April 2020 Inflasi tahun kalender Kota Samarinda sebesar 0,30 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,10 persen. Sedangkan Inflasi tahun kalender Kota Balikpapan sebesar 0,56 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,76 persen.

Tambahnya Pada Bulan April 2020 dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-bau sebesar 0,88 persen dan terendah terjadi di Kota Cirebon, Depok dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar -0,92 persen dan terendah di Kota Bogor dan Semarang sebesar -0,02 persen. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top