POLITIK

Bagikan Sembako Bareng Relawan Jokowi, Sandiaga Uno Tuai Protes

Sandiaga Uno (kiri) saat memberikan bantuan sembako kepada warga Bantargebang. (Foto: FB Sandiaga Salahuddin Uno)

BEKASI, Kate.id – Nama Sandiaga Uno kembali menjadi buah bibir. Kali ini mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu jadi perbincangan warganet lantaran aksinya membagikan sembako kepada masyarakat terkena dampak pandemi virus corona baru (Covid-19) di Bantargebang, Bekasi, Ahad (3/5/2020).

Yang mengundang reaksi warganet lantaran aksi sosial itu dilakukannya bersama Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) yang diketuai Immanuel Ebenezer. Sosok Immanuel dikenal kerap melakukan ujaran kebencian kepada para pendukung Prabowo dan Sandiaga Uno semasa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, khususnya kepada persaudaraan Alumni 212.

Malahan, Immanuel juga beberapa kali dilaporkan ke kepolisian karena ulahnya yang tidak terpuji. Karena itu ketika Sandiaga melakukan aksi bagi sembako bersamanya, warganet pun ramai melontarkan kekecewaan. Tagar #GoodbyeSandiagaUno pun terpantau trending di jagat Twitter.

Mendapati reaksi tersebut, Sandiaga Uno menyatakan apa yang dia lakukan semata sebagai upaya persatuan di tengah pandemi Covid-19. Menurut politisi Partai Gerindra itu, saat ini Covid-19 merupakan musuh bersama. Sehingga perbedaan politik mesti disingkirkan.

“Saat pandemi semua harus bersatu. Tidak boleh ada warna atau keberpihakan secara politik. Saya bersama Jo-Man menegaskan, musuh kita adalah Covid-19,” beber Sandiaga, Senin (4/5/2020).

Lebih lanjut pria yang juga dikenal dengan sebutan “Papa Online” ini menyatakan bahwa semua komponen masyarakat harus saling bergandengan, bersama-sama melawan penyebaran Covid-19. Khususnya mematuhi anjuran pemerintah meliputi memakai masker serta menjaga jarak fisik.

Sementara itu Ketua Jo-Man Immanuel Ebenezer menyatakan sengaja mengajak Sandiaga dalam aksi sosial ini. Tujuannya demi mencarikan suasana politik usai perhelatan Pilpres 2019 lalu.

Bantargebang dipilih sebagai lokasi pembagian sembako lantaran banyak masyarakat di sana yang masih belum terjangkau bantuan dari pemerintah. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top