EKONOMI & BISNIS

Lion Air Boleh Beroperasi, Terbang Khusus Mulai Besok

Pesawat terbang Lion Air. (Foto: PK-REN/Ikko Haidar Farozy)

JAKARTA, Kate.id – Di tengah larangan mudik yang berlaku hingga 1 Juni 2020, Lion Air Group akan kembali beroperasi. Tapatnya pada Ahad (3/5/2020), Lion Air kembali mengudara sebagaimana diungkapkan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

“Lion Air Group beroperasi mulai 3 Mei dengan perizinan khusus dari regulator. Yakni (dari) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) untuk melayani pebisnis bukan dalam rangka mudik,” jelasnya.

Bukan hanya melayani pebisnis, Lion Group juga beroperasi untuk tujuan operasional angkutan kargo, melakukan perjalanan bagi pimpinan lembaga tinggi negara RI atau tamu kenegaraan.

Begitu juga dengan operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, konsulat asing, perwakilan organisasi internasional yang memiliki kedudukan di Indonesia, operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat.

“(Ada juga) layanan penerbangan khusus (repatriasi) untuk pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) dan lainnya atas seizin Direktur Jenderal Perhubungan Udara,” beber Danang.

Layanan penerbangan tersebut sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idulfitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19).

Rencananya, operasional akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri. Termasuk kota atau destinasi berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (Zona Merah).

“Maka bagi pebisnis dan calon tamu atau penumpang dengan tujuan pengecualian, wajib memenuhi protokol penanganan Covid-19,” urainya.

Calon penumpang harus melakukan pengisian kelengkapan dokumen dan melampirkan sebelum keberangkatan berdasarkan persyaratan. Di antaranya surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat, yang menerangkan bebas atau negatif Covid-19.

“Dengan ketentuan maksimum tujuh hari setelah hasil uji keluar, telah melakukan rangkaian pemeriksaan melalui metode tes diagnostik cepat, Swab Test atau PCR,” terang Danang.

“Terperinci mengisi surat pernyataan di rute PSBB atau Zona Merah yang disediakan oleh Lion Air Group. Melampirkan surat keterangan perjalanan dari instansi/ lembaga/ perusahaan yang menjelaskan bahwa calon tamu atau penumpang bepergian menggunakan pesawat udara bukan untuk mudik,” tambahnya.

Bagi pedagang atau pengusaha logistik yang tidak memiliki instansi, dapat membuat surat pernyataan untuk berdagang/ transaksi secara benar. Penumpang juga mesti mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan Pemerintah.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, tidak semua pengusaha dapat menumpangi pesawat untuk keperluan bisnis. Pelaku usaha yang diperbolehkan menggunakan pesawat adalah yang bergerak di sektor logistik.

“Pebisnis diperbolehkan untuk naik pesawat terbang. Bersama ini kami klarifikasi bahwa yang dimaksud pebisnis adalah pelaku usaha yang membawa barang atau logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat termasuk bahan pangan, alat kesehatan,” papar Adita. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top