POLITIK

Legislator Kutai Kartanegara Berharap Perusahaan Dirikan Kantor di Wilayah Kerja

Anggota DPRD Kutai Kartanegara Jumarin. (Foto: ist)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Jumarin Tripada menyuarakan kritik kepada manajemen perusahaan. Yaitu perusahaan yang beroperasi di Kukar, namun tidak mau berkantor di wilayah Kukar.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Kukar Rabu (29/5/2020) kemarin. Padahal kata dia, dengan komitmen pihak perusahaan berkantor di wilayah Kukar, maka akan mendukung pergerakam ekonomi di Kukar. Termasuk perputaran uang serta kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.

“Miris sekali jika melihat ada perusahaan yang sudah mengeruk sumber daya alam di Kukar, tetapi berkantornya malah di kota sebelah,” ujar Jumarin.

Keberadaan kantor-kantor perusahaan di Kukar menurutnya juga akan mempercepat laju pertumbuhan pemasukan pajak serta pertumbuhan daerah. Bahkan di kawasan terpencil yang terdapat kantor perusahaan, maka akan semakin berkembang.

“Sebab nanti di sana akan berkembang pasar, industri rumahan, dan lainnya. Makanya ini yang harus ditegaskan kembali antara pemerintah dan swasta,” imbuhnya.

Selain itu, Jumarin berharap bantuan beberapa perusahaan bisa benar-benar tepat sasaran dan dibutuhkan oleh masyarakat. Dia mengusulkan agar adanya klasifikasi atau mekanisme pemberian bantuan untuk Covid-19 di Kukar. Terlebih lagi, jika bantuan tersebut tujuannya agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Termasuk besaran dan jenis apa saja yang akan disalurkan. Harapannya bisa sinkron dengan daftar kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Sehingga penyaluran bantuan tidak sekadar menggugurkan kewajiban semata. Bahkan Jumarin mengaku menemukan beberapa perusahaan yang memberikan bantuan dengan nilai sangat kecil.

Dia pun mengingatkan jika Kukar memiliki Perda Tentang CSR yang bisa dijadikan pedoman. Sehingga hal tersebut bisa menjadi dasar penyaluran bantuan. Dia pun menyontohkan salah satu perusahaan di Marangkayu yang memberikan bantuan dengan nominal yang terbilang minim.

“Ini saya temukan langsung di lapangan. Mengecewakan sekali,” lanjutnya. (ahy)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top