POLITIK

Bupati Klaten Viral, Fotonya Ada di Botol Penyanitasi Tangan Bantuan Kemensos

Penampakan botol penyanitasi tangan yang bertempelkan stiker foto Bupati Klaten Sri Mulyani. (Foto: Twitter @Lukasdivany1)

Kate.id – Nama Bupati Klaten Sri Mulyani belakangan jadi buah bibir masyarakat. Bukan karena membagikan bantuan kepada warga yang terkena dampak virus corona baru (Covid-19), melainkan karena stiker foto dirinya menempel di botol penyanitasi tangan atau hand sanitizer bantuan Kementerian Sosial (Kemensos).

Foto botol dengan stiker wajah Sri Mulyani itu viral di media sosial. Salah satunya disebarkan akun @mahasiswaYUJINEm dengan nama pengguna Warga Klaten.

“Bupati Klaten seharusnya malu. Semalam kita diramaikan oleh beredarnya foto hand sanitizer berstiker ‘Bantuan Bupati Klaten’ dan ketika stikernya dilepas ternyata itu bantuan dari Kemensos? Lalu bagaimana pengadaan anggaran handsanitizer oleh Pemda?,” tulis @mahasiswaYUJINEm.

Sri Mulyani pun langsung memberikan klarifikasi terkait stikernya yang bikin heboh itu. Kata dia, terdapat kekeliruan saat pembagian penyanitasi tangan di lapangan. “Ada kekeliruan di lapangan (dalam penempelan stiker),” jelasnya.

Dia berdalih, kekeliruan itu lantaran penyanitasi tangan dari Kemensos jumlahnya terbatas yaitu seribu unit. Sehingga kemungkinan ikut tertempel seperti bantuan penyanitasi tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang berjumlah puluhan ribu.

“Di lapangan mungkin ditempelin semua. Kejadiannya seperti itu. Dari Kemensos itu terbatas sekali. Tidak banyak. Justru yang banyak itu dari kami (Pemkab Klaten),” sebut Sri.

Dipaparkan, ada beberapa penynitasi tangan berstiker dirinya juga dibagikan kepada internal PDI Perjuangan. Yaitu untuk pengurus anak cabang (PAC) di 26 kecamatan.

DIKECAM

Bupati Klaten Sri Mulyani. (FotoL IG @yanu_sunarno)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) angkat suara mengenai polemik ini. Koordinator Humas Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin menyatakan mengecam tindakan Sri Mulyani yang menurutnya tidak etis.

“Kami mengimbau kepada bakal calon petahana lain tak melakukan perbuatan serupa. Apalagi jika pemberian bantuan tersebut bersumber dari anggaran negara ataupun dana publik lainnya,” kata Rofiuddin, Selasa (28/4).

Selain Sri Mulyani, terdapat 223 daerah lain yang berpotensi memiliki kandidat petahana di Pilkada 2020 dan bisa melakukan penyelewengan serupa. Untuk itu, dari jauh hari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menyoroti potensi penyelewengan dana penanggulangan pandemi corona untuk kampanye Piklada 2020.

Ketua KASN Agus Pramusinto menyatakan, dari pemilu ke pemilu bansos paling sering diselewengkan untuk kepentingan kampanye. Sehingga besar kemungkinan bansos pandemi corona juga diselewengkan petahana.

“Kita perlu mencegah sejak awal,” sebut Agus.

Maka dari itu dia meminta penyelenggara Pilkada 2020, pemerintah, DPR untuk merumuskan aturan yang dapat mencegah hal itu. Bisa dengan merumuskannya melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang kini sedang digodok oleh Kementerian Dalam Negeri.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan pada 24 April mengingatkan potensi penyelewengan dana penanggulangan corona untuk kampanye petahana. Sebab tertundanya tahapan pemilu membuat petahana yang semestinya sudah cuti masih menjabat dan berpeluang mengambil kesempatan untuk berkampanye di tengah pandemi.

Sedangkan dalam kondisi seperti ini sulit membedakan bantuan kemanusiaan dengan kampanye. Karena di lapangan bantuan-bantuan tersebut bercampur.

“Masyarakat diminta lebih cermat dalam menilai bantuan dari petahana. Jika ada kejanggalan penggunaan bantuan corona untuk kampanye laporkan,” terang Abhan. (jon)

Editor: Jonathan Antonius

Comments

BERITA TERBARU

To Top