METROPOLIS

Jumlah Positif Covid-19 Kaltim Tembus 105 Orang, Samarinda Masuk Zona Merah

SAMARINDA, Kate.id – Penyebaran kasus Covid-19 di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim hingga Ahad (26/4) sudah tembus diangka 105 kasus. Dari jumlah tersebut, ada 93 pasien dirawat, 11 orang sembuh dan satu orang meninggal dunia.

Dari penyebarannya, Kota Samarinda sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Terdapat penambahan lima kasus baru, sehingga total pasien Positif Covid-19 di Ibu Kota provinsi Kaltim ini berjumlah 15 orang. Angka tersebut mencatatakan Samarinda masuk dalam zona merah. Setelah sebelumnya Kota Balikpapan berstatus tersebut dengan jumlah kasus mencapai 27 kasus.

Secara umum, se Kaltim per Ahad (26/4) terdapat penambahan delapan kasus baru di Kaltim. Berasal dari Samarinda 5 kasus, dan Kutai Barat, Kutai Timur dan Paser masing-masing satu kasus.

Demikian dijelaskan Pelaksana  Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, dalam rilis harian penyebaran virus korona di Kaltim, pada Ahad (26/4/2020).

“Himbauan nampaknya hanya didengar saja tetapi tidak diindahkan. Ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah pasien setiap harinya. Sehingga diperlukan tindakan tegas untuk memutus rantai penyebaran virus ini,” ujar Andi, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim ini.

Oleh karena itu, Pemprov Kaltim melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim terus berupaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya, memohon masyarakat disiplin dan aktif melapor apabila telah melakukan kegiatan/bepergian dari daerah transmisi lokal yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini penting, mengingat masih meluasnya pasien yang statusnya orang dalam pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Jadi, kami mohon masyarakat bisa sadar terhadap kasus ini,” tegasnya.

Selain itu bagi masyarakat yang telah diketahui atau terkonfirmasi ODP maupun PDP bahkan OTG, bisa melakukan isolasi mandiri. Sehingga tidak membawa penyebaran baru ke masyarakat. Andi Ishak mengajak masyarakat harus tetap bersama-sama gotong royong melalukan pencegahan penularan ini. Dengan cara mengurangi aktivitas diluar rumah, dan selalu menggunakan masker jika berada diluar rumah.

“Pemerintah terus berupaya meminta masyarakat tetap melakukan pembatasan keluar rumah. Jika memang keluar rumah. Tetap menjaga jarak dengan orang lain dan tak bersentuhan. Sehingga dapat membantu mengurangi penularan virus corona,” jelasnya.

Kasus Baru Semua dari Klaster Gowa

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak

Dijelaskannya, penambahan pasien Positif di Samarinda, yaitu SMRDA-11, laki-laki berusia 64 tahun yang memiliki gejala Covid-19 dengan penyakit pemberat berupa hipertensi dan diabetes mellitus dan telah dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda Seberang.

Pasien SMRDA-12 adalah laki-laki 60 tahun dengan gejala demam, batuk dan memiliki penyakit pemberat berupa diabetes mellitus dan reaktif pada rapid test.

Pasien SMRDA-13 adalah lakii-laki berusia 30 tahun dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak napas dan sakit kepala. Pasien sudah dirawat di RSUD AW Sjahranie dan hasil rapid test menunjukkan reaktif/positif Covis-19.

Sedangkan pasien SMRDA-14 adalah laki-laki berusia 50 tahun dengan keluhan demam, batuk, pilek dan memiliki gambaran bronchitis serta reaktif terhadap rapid test.

Terakhir adalah pasien SMRDA-15 merupakan kali-laki 48 tahun dengan keluhan demam, batuk, sesak napas, dan pilek serta reaktif terhadap rapid test.

“Semua penambahan pasien Positif Covid-19 di Samarinda, semuanya  dari pasien SMDRA-11 hingga SMRDA-15  merupakan Kluster Gowa yang telah memiliki riwayat perjalanan di Gowa, Sulawesi Selatan,” uangkap Andi.

Sedangkan penambahan kasus di Kutai Barat, adalah pasien KBR 12 merupakan laki-laki 46 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Gowa yang telah melaksanakan Isolasi di Asrama Dispora sejak 13 April 2020 dengan keluhan demam, batuk, pilek, serta memiliki hasil rapid test reaktif.

Kasus di Kutai Timur, pasien KTM 12 adalah laki-laki 55 tahun merupakan Pelaku perjalanan dari Gowa yang telah melakukan isolasi diri di rumah sejak 23 maret 2020. Tanggal 14 April 2020 Kasus memiliki keluhan demam, batuk, serta memiliki hasil rapid test reaktif sehingga dilakukan perawatan di RSUD Kudungga Sangatta.

Kasus di Paser, adalah PSR6 laki-laki 39 tahun yang juga merupakan Pelaku perjalanan dari Gowa yang di rawat di RSUD Panglima Sebaya Paser sejak 16 April 2020 dan memiliki hasil rapid test reaktif. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top