METROPOLIS

Kemenhub Larang Transportasi Darat Masuk Keluar Balikpapan dan Tarakan

Petugas Dishub memeriksa Bus penumpang di Terminal Batu Ampar menjelang arus mudik tahun lalu. (Dok. IDNTImes)

BALIKPAPAN, Kate.id – Kementerian Perhuhungan (Kemenhub) melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVII Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menerbitkan surat edaran untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Surat Edaran Kemenhub Nomor UM.002/III/6/BPTD-KALTIMRA/2020 tertanggal 25 April 2020 tentang Pengendalian Transportasi Bidang Darat Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

Surat Edaran memuat larangan sementara mengangkut penumpang untuk transportasi darat yang masuk dan keluar Kota Balikpapan Kalimantan Timur dan Kota Tarakan Kalimantan Utara.

Antara lain, kendaraan bermotor umum jenis mobil bus dan mobil penumpang. Kendaraan bermotor perseorangan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor.

Selain itu, Kapal angkutan penyeberangan juga termasuk dalam larangan aturan tersebut. Utamanya, pada lintas Kariangau – Penajam Kalimantan Timur. Kariangau Kalimantan Timur – Mamuju Sulawesi Barat. Kariangau Kalimantan Timur – Taipa Sulawesi Tengah. Sedangkan untuk Tarakan, untuk diberlakukan pada lintas Tarakan – Ancam Kalimantan Utara. Tarakan – Nunukan – Sebatik Kalimantan Utara. Tarakan Kalimantan Utara -Toli-Toli Sulawesi Tengah.

Tak hanya itu, dalam isi surat edaran tersebut juga dijelaskan berlaku juga untuk kapal angkutan sungai yang beroperasi di lintas masuk dan keluar Kota Balikpapan dan Kota Tarakan. Kendaraan umum yang beroperasi di trayek masuk dan keluar Kota Balikpapan Kaltim dan Kota Tarakan Kaltara.

“Larangan dikecualikan kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan TNI/Polri, kendaraan emergency, angkutan petugas operasional penanganan Covid 19, angkutan logistik/bahan pokok dan angkutan penyeberangan passenger Ro-Ro angkutan kendaraan barang. Surat edaran ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan sampai ada pemberitahuan selanjutnya,” kata Kepala BPTD Wilayah XVII Provinsi Kaltim dan Kaltara, M. Husein Saimima, dalam surat edaran tersebut.

Dalam surat tersebut dijelaskan, dasar pertimbangan memberlakukan kebijakan ini diantaranya dengan penetapan status bagi dua kota besar di Kaltim dan Kaltara tersebut. Di Balikpapan, telah ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 oleh Menteri Kesehatan. Sedangkan untuk Tarakan, telah diberlakukannya status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Menteri Kesehatan melalui keputusan Nomor HK.01.07/MENKES/261/2020 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Merujuk pada Permenhub No.18/2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka pencegahan penyeberan Covid-19 dan Permenhub No. 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, maka diberlakukan aturan tersebut. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top