METROPOLIS

Terinspirasi Polisi India, Banjarmasin Siapkan Rotan untuk ‘Pukulan Kasih Sayang’

Tactical Floor Game PSBB Banjarmasin. (foto: Humas Pemkot Banjarmasin)

Kate.id – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) bakal bertindak tegas dalam Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona baru (Covid-19). Dalam hal ini, pelanggar ketentuan PSBB akan mendapat sanksi hingga dipukul rotan oleh petugas Satpol PP.

PSBB di Banjarmasin bakal dimulai Jumat (24/4/2020) yang berlaku hingga 14 hari ke depan. Pelaksanaan menjelang penerapan PSBB itu sudah dipersiapkan. Satpol PP sebagai penegak aturan daerah bahkan sudah menyiapkan ratusan rotan untuk berjaga.

“Jadi nanti teman-teman Satpol PP jaganya pakai rotan. Siapa pun masyarakat yang bandel tidak mengindahkan ketentuan imbauan pemerintah, masih keluyuran di jalan, maka akan kami tindak tegas,” ujar Plt Kasat Pol PP Kota Banjarmasin Ichwan Nor Khaliq, Kamis (23/4/2020).

Dia menegaskan, sesuai ketentuan pada PSBB ini, tidak ada warga yang keluyuran di jalan tanpa ada kepentingan. Apalagi tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker. Bila kedapatan, bakal ditindak tegas.

“Tetapi rotan kami siapkan untuk pukulan kasih sayang, tidak memukul orang sampai KO,” klaim Ichwan.

Menurut dia, ketegasan ini harus diambil untuk membuat masyarakat taat. Bahwa tidak baik saat ini berada di jalan bagi kesehatan mereka, mengingat daerah ini sedang pandemi Covid-19. Pasalnya virus ini bukan hanya membahayakan diri pribadi, melainkan juga keluarga dan juga orang lain.

Dalam penerapan sanksi ini, Ichwan mengaku terinspirasi polisi India. Lantaran dianggap sangat tegas bagi pelanggar ketentuan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 ini.

“Pengalaman kami, kalau hanya dengan mulut kurang diperhatikan. Terpaksa kami mempersiapkan ketegasan dengan rotan. Tettapi tadi saya bilang untuk pukulan kasih sayang saja,” jelasnya..

Sanksi ini bakal diterapkan mulai Jumat pagi pukul 09.00 Wita, berlanjut setelah ditetapkannya jam malam dari pukul 21.00 Wita.

Ichwan menyadari tindakan tegas ini tentunya bakal jadi polemik di masyarakat. Tetapi dia berkeyakinan hal ini akan sangat efektif untuk pelaksanaan PSBB bisa berjalan baik dan percepatan penanganan Covid-19 berhasil.

“Cuma tadi saya katakan, tindakan tegas ini bukan untuk menyiksa, tetapi pukulan kasih sayang. Kami mengingatkan hati-hati di jalan, saya rasa semua memahami,” sebutnya.ujarnya pula.

Pasalnya bila sekadar berjaga tanpa tindakan jelas, usaha keras untuk menertibkan kedisiplinan warga agarmenaati aturan penerapan PSBB bakal sia-sia. “Sia-sia kami berada di jalan hingga tidak tidur kalau masyarakat tidak disiplin, makanya harus tegas ini,” tandas Ichwan. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top