EKONOMI & BISNIS

Pembangunan Industri Pengolahan Rumput Laut di Kaltim Butuh Keseriusan Pemerintah

SAMARINDA, Kate.id – Pembangunan pabrik olahan rumput laut sangat menjanjikan di tengah potensi komoditas tersebut di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sayangnya, untuk membangun pabrik tersebut dibutuhkan keseriusan dari pemerintah untuk merealisasikannya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu mengatakan, dengan adanya pabrik olahan rumput laut bukan hanya menyejahterakan petani karena nilai jual produk naik. Namun juga berpotensi menambah pemasukan daerah.

Pasalnya, kata Bahar, potensi budi daya rumput laut Kaltim cukup besar. Hanya saja, belum ada keseriusan dari pemerintah provinsi melihat komoditas ini sebagai sektor unggulan.

Menurut Bahar, hingga saat ini budi daya rumput laut hanya dikelola secara mandiri oleh para petani dan dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Padahal seharusnya komoditas ini bisa diolah menjadi produk jadi untuk meningkatkan harga jual. “Jangankan untuk membentuk industri olahan, melirik saja tidak. Saya tidak melihat keseriusan pemerintah di situ,” kata politisi PAN ini.

Bahar yang juga sebagai Ketua Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) Kaltim ini melihat, secara potensi rumput laut memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Apalagi Kaltim banyak memiliki daerah pesisir yang cocok sebagai kawasan budi daya sumber daya laut ini.

Ia mengaku sejak tahun 2006 sudah memberikan perhatian khusus pada budi daya rumput laut di Kaltim, dengan mendorong adanya pabrik pengolahan di Kutai Kartanegara, kala menjadi Kepala Desa Sebuntal Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kertanegara (Kukar).

“Waktu itu saya bawa bibit dari Jakarta untuk ditanam di tambak yang tidak produktif. Dan hasilnya bagus, tapi saat itu tidak ada pembelinya,” kenangnya.

Meski demikian, Bahar menilai saat ini pengembangan budi daya rumput laut jauh lebih baik. Transaksi jual beli komoditas ini pun sudah lancar. Walau pun hanya dalam bentuk bahan mentah. Produk rumput laut Kaltim banyak di distribusikan ke wilayah Surabaya dan Makassar.

Ke depan, ia berharap komoditas rumput laut bisa dikembangkan sebagai produk jadi. Dengan pembangunan industri olahan di Bumi Etam. Ia pun menyebut, sudah ada wacana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk pembangunan pabrik di wilayah Muara Badak. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top