POLITIK

Legislator Kaltim Usulkan Realokasi Dana BOS untuk Bantu Guru Honorer

SAMARINDA, Kate.id – Pandemi virus corona (Covid-19) telah berdampak pada semua sektor. Tak hanya para pekerja informal saja yang terkena imbas dari situasi ini dengan kelihangan pekerjaannya. Namun pandmei ini juga dirasakan dampaknya oleh para guru honorer.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub menuturkan, dalam dunia pendidikan yang paling merasakan dampak dari sistuasi ini adalah mereka para guru honorer. Tak hanya itu, murid yang kurang mampu pun merasakan dampaknya.

Oleh karena itu, ia mengusulkan untuk dilakukan realokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat dan daerah untuk guru honorer dan murid tak mampu.

“Karena selama pandemi ini kan skema belajar dari rumah diterapkan sekolah. Jika sebelumnya sekitar 25 persen dana BOS dapat digunakan unuk gaji guru honorer mungkin dalam situasi saat ini bisa sampai 75 persen,” kata politisi PPP ini.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kaltim pada tahun ini dana BOS daerah lebih dari Rp 164 miliar. Diantaranya untuk 235 SMA Negeri sederajat sebesar Rp 112.602.900.000. Sedangkan untuk SMA Swasta sederajat 295 sekolah sebesar Rp 51.479.600.000. Dana BOS tersebut diperuntukan untuk SMA/MA Rp 900 ribu/siswa/tahun. Sementara untuk SMK dan SLb sebesar Rp 1,1 juta/siswa/tahun.

Rusman menambahkan, banyak aspirasi kepadanya masuk terkait nasib guru honorer ini. Sebab, dengan sistem belajar mengajar dari rumah ada kecemasan terkait honor mereka yang berkurang dan sebagainya. Ia pun berharap dengan skema realokasi dana BOS maka kekhawatiran tersebut tidak perlu terjadi.

Tak hanya itu, kata dia, jika memungkinkan dana BOS bisa dimaksimalkan juga untuk membantu para murid yang tak mampu. Hal tersebut sangat penting, sebab dengan sistem belajar mengajar dari rumah secara online tentu membutuhkan biaya lebih.

“Bisa buat subsidi paket data. Selain itu juga realokasi ini kan sekarang sistem belajar dari rumah, operasional minim. Lebih baik direalokasi untuk yang membutuhkan,” terangnya.

Selain itu, bantuan juga bisa meringankan beban orangtua murid khususnya mereka yang tidak mampu yang terdampak pandemi Covid-19 ini. “Jujuar banyak keluhan masuk ke Komisi IV soal ini. katanya pengeluaran bertambah banyak,” tandasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top