INTERNASIONAL

72.088 WNI dari Arab Saudi dan Malaysia Telah Tiba di Tanah Air

WNI di India yang masih menjalani karantina (Dok. Istimewa)

JAKARTA, Kate.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, 72.088 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia, Arab Saudi, dan mereka yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) tiba di tanah air.

Berdasarkan data Kemlu RI pada Minggu (19/4/2020), jumlah ABK yang dipulangkan sejumlah 10.009 orang. Sedangkan dari Arab Saudi sejumlah 336 WNI, terdiri dari 55 orang jamaah umrah, 34 orang petugas haji, dan 247 pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah melewati masa izin tinggal. Sementara dari Malaysia, tercatat 61.743 WNI. Dari jumlah tersebut, sekitar 57 persen tiba melalui Bali, baik melalui jalur udara dan jalur laut.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Bali dan seluruh Satgas Covid-19 di tingkat pusat maupun daerah atas koordinasi dan kerja sama yang baik,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi,  dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2020).

Menlu mengatakan, WNI yang dipulangkan itu seluruhnya menjalani protokol kesehatan secara ketat sebelum berangkat, termasuk karantina di Indonesia. Dari pemeriksaan kesehatan, Menlu mengungkapkan, tidak ada WNI/PMI asal Arab Saudi yang menunjukan gejala positif virus corona.

WNI Jamaah Tabligh Belum Bisa Dipulangkan

Sementara, dari India pemerintah belum dapat memulangkan WNI Jamaah Tabligh yang terdata sebanyak 717 orang. Pasalnya, para WNI tersebut tengah menjalani karantina, seiring dengan kebijakan pemerintah India menerapkan karantina wilayah.

Selain itu, sebagian WNI Jamaah Tabligh sedang menghadapi proses hukum dengan tuduhan pelanggaran terkait visa, ketentuan pandemi dan penanganan bencana. Proses hukum tersebut tidak hanya dihadapi oleh Jamaah Tabligh asal Indonesia saja, melainkan juga ratusan Jamaah Tabligh dari berbagai negara. Kemlu RI mencatat, dari 717 WNI Jamaah Tabligh di India, sebanyak 75 orang teridentifikasi positif virus corona.

Sebelumnya, Menlu Retno mengharapkan, kerja sama internasional yang terus dilakukan untuk menemukan vaksin virus corona harus bermanfaat untuk seluruh negara.

Menlu mengatakan, bila nantinya vaksin telah ditemukan, seluruh negara dengan beragam kekuatan ekonomi harus dapat mengakses vaksin tersebut.

“Kerja sama internasional harus dapat memfasilitasi tercapainya ketersediaan vaksin Covid-19 yang efektif, terjangkau, dan dapat diakses negara berkembang,” kata Menlu dalam telekonferensi dengan sebelas menteri luar negeri yang tergabung dalam International Coordination Group on Covid-19 (ICGC), beberapa waktu lalu.

Menlu menegaskan, kerjasama negara-negara yang tergabung dalam ICGC harus menjunjung prinsip action oriented, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat umum ke depan. (ip)

Comments

BERITA TERBARU

To Top