METROPOLIS

Bertambah Sembilan Kasus, Kutai Barat Jadi Daerah Baru Terpapar Covid-19 di Kaltim

Bupati Kutai Barat FX Yapan saat menyampaikan kasus pertama di wilayahnya di media center covid-19 kubar. (Dok. Humas)

Kate.id – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi daerah baru paparan kasus virus corona (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sebelumnya, Kubar bersama Kabupaten Mahakam Ulu dan Paser, menjadi daerah dari 10 kabupaten/kota di Kaltim yang nihil kasus positif corona. Adanya kasus itu berdasarkan update per Kamis 16 April 2020, di mana terjadi penambahan 9 kasus baru terkonfirmasi positif di Kaltim.

Bupati Kubar FX Yapan, mengumumkan secara resmi kasus pertama positif tersebut. Kata dia, pasien positif tersebut dipastikan setelah hasil Swab Test dengan alat PCR (polymerase chain reaction) rayon Kalimantan di BBLK Surabaya.

“Masyarakat Kutai Barat diharapkan dapat tingkatkan kewaspadaan dan kesadaran yang tinggi dari seluruh masyarakat, terutama keluarga, teman handaitaulan kluster Itjima Gowa untuk dapat memeriksakan diri di PKM terdekat jika pernah bersama dengan pasien positif Covid-19 pertama ini,” harap Bupati, di Media Center Covid-19 Kubar, Kamis (16/4/2020).

Satu kasus positif tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Gowa yang tidak memiliki gejala, yang dirawat sejak 30 maret 2020. Pelaku dilakukan isolasi diri di Asrama dispora.

Sebelumnya, Pemkab Kubar merilis ada 10 kasus positif berdasarkan rapid test atau pengukuran cepat. Dari jumlah tersebut, 3 kasus telah dinyatakan negatif dari hasil rapid test kedua dan dipulangkan untuk isolasi mandiri. Sementara 9 orang lainnya masih dikarantina di Asrama Paskibra Dispora. Termasuk yang positif melalui hasil PCR. Sedangkan sisanya 8 kasus masih menunggu hasil lab.  

Dua Pasien dari Kutai Timur dan Kutai Kartanegara Sembuh

Juru Bicara Penangan Covid-19 provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 provini Kaltim mencatat, terdapat 2 pasien positif yang telah sembuh, per Kamis 16 April 2020. Pertama, pasien dari kasus ke empat di Kutai Timur. (laki-laki 54 tahun) yang telah dirawat sejak 31 Maret di RSUD AW Syahreanie Samarinda, dengan tidak terhubung dengan kluster dengan manapun.

Pasien kedua, kasus kedua dari Kutai Kartanegara (wanita 37 tahun), yang telah dirawat sejak 27 Maret di RSUD AM Parikesit Tenggarong. Merupakan bagian dari kuster Sinode. Dengan penambahan ini, total pasien sembuh di Kaltim menjadi 10 orang.

“Kedua Kasus dinyatakan sembuh karena dari hasil laboratorium dinyatakan 2 kali berturut-turut dengan hasil negatif,” kata Juru Bicara Penangan Covid-19 provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, dalam rilisnya Kamis (16/4/2020).

Selain itu, Andi juga mengatakan, ada penambahan hasil negatif pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 4 kasus. Yaitu 2 kasus dari Paser, serta masing-masing satu kasus dari Penajam Paser Utara dan Balikpapan.   

Namun demikian, ada penambahan PDP sebanyak 8 kasus dan positif 9 kasus. Untuk PDP, berasal dari Bontang 4 kasus, Samarinda 3 kasus, dan dari Kutai Kartanegara 1 kasus. Sementara penambahan 9 kasus positif, terjadi dari Berau dan Bontang masing-masing 3 kasus, Balikpapan 2 kasus dan Kutai Barat 1 kasus.  

Dengan penambahan tersebut, kumulatif PDP menjadi 299 orang. Terdiri dari 152 orang terkonfirmasi negatif, 44 orang terkonfirmasi positif dan 103 orang menunggu hasil laboratorium. Sementara 10 orang dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia. Balikpapan menjadi daerah terbanyak kasus positif dengan 20 kasus, sementara yang masih nihil Mahakam Ulu dan Paser.

Jubir Gugur Tugas Covid-19 Kaltim ANdi Muhammad Ishak mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya terlibat mengkampanyekan anjuran pemerintah guna menekan penyebaran atau penularan Covid-19 ini. Diantaraanya, social dan physical distancing. Bekerja ,belajar dan beribadah dirumah, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Karena ini tergantung dari masyarakat sendiri. Bagaimana masyarakat bisa menjaga diri dan menjaga sesama. Seringkali kita melihat atau mengatakan tenaga medis adalah garda terdepan dalam penanganan penyebaran virus ini, tetapi sebenarnya masyarakat lah yang menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyebarannya,” tandas Andi yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini.

RIWAYAT 9 KASUS BARU POSITIF COVID-19 KALTIM

Kutai Barat 1 Kasus

1 Kasus (KBR 1, Laki-laki 21 tahun) merupakan pelaku perjalanan dari Gowa yang tidak memiliki gejala, yang dirawat sejak 30 maret 2020. Kasus dilakukan isolasi diri di Asrama dispora.

Berau 3 Kasus

1 kasus (BRU 2, Laki-laki 28 tahun) dilaporkan sebagai kasus PDP dan di rawat sejak 3 April 2020

1 kasus (BRU 3, laki-laki 40 tahun) dilaporkan sebagai kasus PDP dan di rawat sejak 3 April 2020

1 kasus (BRU 4, laki-laki 58 tahun) memiliki hasil Rapid test negative dan dilaporkan sebagi kasus PDP sejak tanggal 4 April 2020

Ketiga kasus tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan masing masing tidak memiliki keluhan. Kasus dirawat di RSUD Abdul Rivai Berau

Balikpapan 2 Kasus

1 Kasus (BPN 19, Wanita 46 tahun) merupakan kontak erat dari BPN 13 yang sebelumnya memiliki keluhan batuk dan juga memiliki hasil Rapid test positif. Kasus di rawat sejak 7 April 2020 di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.

1 Kasus (BPN 20, Laki-laki 74 tahun) merupakan kasus PDP yang ditetapkan oleh tim medis RSUD Kanudjoso Djatiwibowo. Dan di rawat sejak 7 April 2020 di RSUD Kanudjoso Djatiwiboso Balikpapan

Bontang 3 kasus

1 kasus (BTG 2, Laki-laki 43 tahun) merupakan pelaku perjalanan dari Gowa, dan sebelumnya ditetapkan sebagai ODP, tidak memiliki keluhan. Kasus melakukan isolasi diri dirumah sejak 30 maret 2020, hari ini tanggal 26 april kasus telah di rawat di RSUD Taman Husada

1 kasus (BTG 3, Wanita 25 tahun) merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta yang sebelumnya ditetapkan menjadi OTG, tidak memiliki keluhan. Kasus melakukan isolasi diri di rumah sejak 4 april 2020, hari ini tanggal 26 april kasus telah di rawat di RSUD Taman Husada

1 kasus (BTG 4, laki-laki 43 tahun) merupakan pelaku perjalanan dari Gowa  yang sebelumnya ditetapkan sebagai OTG, tidak memiliki keluhan. Kasus dirawat sejak 4 april 2020 di RSUD taman Husada Bontang

Sumber: Gugus Tugas Covid-19 Kaltim

Comments

BERITA TERBARU

To Top