METROPOLIS

Pemkot Samarinda Tawarkan 375 Petak bagi Pedagang Pasar Malam

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Samarinda, Sucipto Wasis saat berdialog dengan pedagang pasar malam. (Humas Pemkot Samarinda)

SAMARINDA, Kate.id – Demi pencegahan penularan pandemi Covid-19 di Kota Samarinda, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini tengah mencarikan solusi bagi para pedagang pasar agar tetap bisa berjualan. Salah satunya para pedagang pasar malam.

Dalam rapat bersama antara Pemerintah dan para pedagang yang berlangsung di Balaikota, Rabu (15/4/2020) sore, Pemkot telah menyiapkan sebanyak 375 petak yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di Kota Tepian. Pasar tradisional tadi di antarannya adalah pasar Pagi, Pasar Segiri dan Pasar Sungai Dama.

“Walaupun jumlah petaknya terbatas untuk satu pasar, kami harapkan para pedagang bisa berkoordinasi dengan Ketua Asosiasi Pedagang mana saja yang terdaftar dan bisa berjualan di pasar yang telah ditentukan,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Samarinda, Sucipto Wasis.

Mantan Kadisnaker Samarinda ini menjelaskan, jika solusi yang diberikan pemerintah tadi merupakan yang terbaik supaya roda perekonomian warga tetap berjalan. Dengan menyediakan tempat secara tersebar melalui pasar tradisional, harapan aktivitas tetap berjalan dengan mengedepankan sosial distancing yang kini tengah gencar disosialisasikan pemerintah.

“Saya memahami walaupun ini keputusan berat bagi pedagang pasar malam. Tetapi ini merupakan solusi terbaik agar pedagang tetap bisa berjualan,” ungkapnya.

Sucipto menambahkan, penutupan pasar malam saat ini juga sifatnya hanya sementara. Jika wabah Corona sudah berakhir, maka aktifitas ekonomi bisa kembali normal, termasuk berjualan di pasar tadi. Bahkan kata dia, selain opsi memindahkan pedagang ke pasar tradisional, Pemkot juga telah membuat aplikasi belanja secara online untuk para pedagang.

“Jadi kita juga siapkan solusi berjualan dengan sistem online lewat Aplikasi Behambinan dan untuk tutorial atau cara bergabung nantinya bisa dibantu oleh Diskominfo Samarinda,” sebutnya.

Sucipto menjelaskan langkah pasar online ini untuk mengutamakan keamanan dan tetap menjalankan aktifitas perekonomian secara aman. Warga Samarinda, menurutnya tidak akan kehilangan pasar dengan cara menjual secara online.

Tak itu saja, Pemkot juga tidak menutup mata melihat situasi tersebut. Selain dua solusi tadi, Pemerintah kini tengah mengatur skema bantuan sembako yang diserahkan dalam waktu dekat untuk membantu warga yang terdampak dari segi ekonomi.

“Jadi sebenarnya solusi kami tak hanya sekedar memindahkan para pedagang dan menawarkan jualan online saja, tapi secara sosial kami juga telah merencanakan untuk memberikan bantuan yang mungkin saja menyasar para pedagang pasar malam, jadi silakan saja untuk didaftarkan,” urainya.

Sementara, Ketua Asosiasi Pasar Malam Provinsi Kaltim, Abdurrahman dalam arahanya memberikan masukan kepada pemerintah agar para pedagang di pasar malam masih diperbolehkan untuk tetap berjualan dengan lokasi sesuai aktivitasnya.

Karena menurut dia, solusi yang ditawarkan Pemerintah dengan memindahkan pedagang ke pasar tradisional dikhawatirkan tidak dapat mengakomodasi semua pedagang.

“Karena jumlah pedagang pasar malam di Samarinda ada sekitar 2.000 orang dengan jumlah tadi kami berharap Pemerintah masih bisa merekomendasikan untuk berjualan di tempat biasa tentunya dengan memperhatikan protokol Covid-19, seperti Social Distancing dan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan,” saran Abdurrahman.

Dia berharap, saran dari pedagang juga bisa dipertimbangkan oleh Pemerintah. Mengingat dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi para pedagang. Di mana selama satu bulan ini kata dia, pemasukan para pedagang sudah jauh merosot dan kini tersisa 25 persen dibanding saat situasi masih normal. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top