NASIONAL

Lima Ribu Orang Tertular Covid-19, Pemerintah Minta Tak Ada Diskriminasi

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (foto: Gugus Tugas)

Kate.id – Penambahan pasien yang terjangkit virus corona baru (Covid-19) belum mampu dihentikan. Malahan per Rabu (15/4/2020), jumlahnya sudah menembus lima ribu pasien.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, kini ada 5.136 orang pasien yang mengidap virus ini. Dari jumlah tersebut, pasien sembuh sebanyak 446 orang dan pasien meninggal dunia 469 orang.

“Hingga hari ini 36,431 spesimen sudah diperiksa terkonfimasi positif hingga saat ini 5.136 orang dan yang sembuh 446 orang. Kita bersyukur semakin banyak yang sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Rabu.

Diuraikan, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif bertambah 297 kasus. Pasien sembuh bertambah 20 orang, sementara yang meninggal dunia meningkat 10 kasus.

Yurianto menyatakan, data ini menunjukkan penularan masih terjadi. Maka dari itu dia mengajak untuk saling bahu membahu untuk memastikan tidak ada lagi terjadi penularan.

“Karena itu hargai mereka yang melakukan isolasi diri di rumah jangan ada lagi diskriminasi terhadap mereka yang dinyatakan positif,” imbaunya.

Yurianto menekankan imbauan isolasi diri lantaran jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kini menjadi sebanyak 165.549 kasus. Atau meningkat dibanding hari sebelumnya yang mencapai 139.137 kasus.

“Ini menjadi perhatian besar karena tidak menutup kemungkinan orang masuk dalam pemantauan tidak sakit, sakit ringan tapi dirasakan seakan tidak sakit, berpotensi menjadi sumber penularan,” sebutnya.

Potensi penularan itu bisa terjadi jika warga yang tidak dirawat atau tidak segera melakukan isolasi diri atau karantina. Hingga saat ini, lanjut dia, sebanyak 36.431 spesimen sudah diperiksa dan 33.001 orang diperiksa terkait Covid-19. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top