POLITIK

Tak Masuk Satgas Covid-19 DPR-RI, Demokrat dan PKS Sebut Bukan Masalah

Syarief Hasan. (Foto: istimewa)

Kate.id – DPR RI membentuk Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19. Menariknya, anggota Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS tidak masuk dalam struktur kepengurusan satgas yang diketuai Puan Maharani itu.

Terkait hal itu Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP Arsul Sani mengatakan, Satgas Lawan Covid-19 DPR ini adalah inisiatif perorangan dari para anggota dewan di DPR. Sehingga bukan usulan fraksi yang ada di DPR.

“Satgas itu inisiatif orang perorangan. Kebetulan yang jadi pengurus juga para inisiator pertama saja,” kata Arsul.

Namun begitu,, Arsul juga mempersilakan jika ada pihak-pihak ingin bergabung dalam Satgas Lawan Covid-19 tersebut. Sehingga jika ada anggota Fraksi PKS dan Demokrat ingin bergabung satgas ini sangat terbuka.

“Kalau ada yang mau bergabung boleh saja. Siapa saja termasuk dari fraksi mana saja. Gampang kok, bagi yang ingin masuk di struktur satgas, tinggal menyampaikan saja ke pada Koordinator Satgas Pak Sufmi Dasco. Kita terbuka,” tuturnya.

Arsul menegaskan, satgas tersebut bukanlah bagian dari alat kelengkapan dewan (AKD). Melainkan, hanya badan yang muncul dari usulan orang per orang. Sehingga tidak merepresentasikan fraksi yang ada di DPR.

Tak memiliki wakil di kepengurusan satgas bukan menjadi masalah bagi Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, fraksinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena Demokrat juga telah malakukan gerakan masif terkait penanganan Covid-19 ini.

“Jadi bagi Partai Demokrat, ada atau tidak adanya kami di dalam Satgas Covid-19 DPR tidak masalah,” ujar Syarief.

Selama ini dirinya tidak tahu mengenai susunan kepengurusan Satgas Covid-19 DPR ini. Karena memang tidak ada koordinasi dengan partai yang kini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

“Saya tidak tahu. Bagi kami pokoknya silakan saja mereka bergerak. Intinya kami telah melangkah lebih jauh,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR ini mengaku tidak ingin berandai-andai tentang tidak adanya Demokrat dalam struktur kepengurusan tersebut. Terpenting bagi Demokrat adalah DPR memiliki semangat dalam penanganan Covid-19.

“Saya pikir semangatnya kerbersamaan, saya tidak melihat adanya koalisi pemerintah dan non-koalisi,” ungkapnya.

Syarief juga mengatakan, Demokrat sesuai dengan arahan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (SBY) sudah mengintruksikan kepada seluruh kader untuk turun ke lapangan membantu masyarakat yang terdampak Korona ini. Anggota dewan juga telah turun ke masing-masing dapil.

“Saya sendiri sudah turun di Bogor, besok pekan depat turun lagi di Cianjur bagi-bagi sembako. Sudah juga bagi-bagi masker dan segala macam,” terang Syarief.

Hal serupa diungkapkan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Dia mempertanyakan dasar pembentukan Satgas Lawan Covid-19 tersebut.

“Iya enggak masuk. Dan kami enggak tahu juga dasar pembentukannya serta mekanismenya,” kata Jazuli.

Kendati demikian, Jazuli mengaku tak ambil pusing dengan dibentuknya Satgas Lawan Covid-19 tanpa perwakilan PKS. Sebab, PKS sudah mulai melakukan kegiatan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“PKS apresiasi aja, kalau DPR ada kepedulian terhadap rakyat, karena kalau PKS sudah 2 bulan ini, potong gaji untuk bantu beli APD para medis dan bagi sembako untuk warga terutama pekerja harian,” ujarnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top