EKONOMI & BISNIS

Covid-19 Hantam Dunia, 25 Negara Dapat Keringanan Utang IMF

Ilustrasi IMF. (foto: Reuters/Johannes P. Christo)

Kate.id – Sebanyak 25 negara mendapat keringanan utang dari Dana Moneter Nasional (IMF) terkait pandemi virus corona baru (Covid-19). Hal ini setelah Dewan eksekutif IMF menyetujui keringanan utang segera untuk membantu 25 negara anggotanya yang terdampak.

“Ini memberikan hibah kepada anggota kami yang paling miskin dan paling rentan untuk menutupi kewajiban utang IMF mereka untuk fase awal selama enam bulan ke depan dan akan membantu mereka menyalurkan lebih banyak sumber daya keuangan mereka yang langka ke arah upaya darurat medis yang penting dan upaya bantuan lainnya,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Senin (13/4/2020).

Dijelaskan, negara-negara yang akan menerima keringanan utang termasuk Afghanistan, Benin, Burkina Faso, Republik Afrika Tengah dan lainnya. IMF merubah Containment Containment and Relief Trust (CCRT) yang memungkinkan lembaga keuangan itu memberikan hibah keringanan utang.

Keringanan utang ini menguntungkan negara-negara berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat setelah bencana alam besar serta keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menyebar luas dan cepat. CCRT saat ini dapat menyediakan sekitar 500 juta dolar AS dalam bantuan keringanan utang berbasis hibah, menurut Georgieva.

“Saya mendesak donor lain untuk membantu kami mengisi kembali sumber daya Trust dan meningkatkan kemampuan kami untuk memberikan keringanan utang tambahan selama dua tahun penuh ke negara-negara anggota termiskin kami,” pintanya.

Dalam pidato yang disampaikan minggu lalu, ketua IMF mengatakan sudah jelas bahwa pertumbuhan global akan berubah sangat negatif pada 2020. Faktanya, IMF mengantisipasi kejatuhan ekonomi terburuk sejak Depresi Hebat.

Georgieva menyatakan, hanya tiga bulan lalu IMF memperkirakan pertumbuhan pendapatan per kapita positif di lebih dari 160 negara anggotanya pada 2020. Tetapi sekarang memproyeksikan bahwa lebih dari 170 negara akan mengalami pertumbuhan pendapatan per kapita negatif tahun ini.

“Prospek suram berlaku untuk ekonomi maju dan berkembang. Krisis ini tidak mengenal batas. Semua orang sakit,” tandasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top