EKONOMI & BISNIS

Pendaftaran Program Kartu Prakerja Resmi Dibuka, Penerima Dapat Manfaat Rp3,5 Juta

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat rilis membuka Program Kartu Pra Kerja (Dok. ekon.go.id)

JAKARTA, Kate.id – Pemerintah secara resmi telah membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja tahap pertama, melalui situs resmi www.prakerja.go.id selama seminggu ke depan. Penerima nantinya akan dapat total manfaat senilai Rp3,55 juta. ⁣⁣
⁣⁣
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, untuk gelombang pertama, pendaftaran dibuka sampai Kamis 16 April 2020, pukul 16.00 WIB. “Pengumuman peserta yang lolos untuk gelombang pertama akan diumumkan pada Jumat 17 April 2020,” katanya, melalui rilis, Sabtu (11/4/2020).⁣⁣

Menurutnya, program Kartu Prakerja ini merupakan program bantuan biaya pelatihan dan insentif bagi para pekerja, pencari kerja, serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan. “Atau mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Virus Korona (Covid-19),” ujarnya.

Lebih lanjut, Menko Perekonomian mengatakan, Kartu Prakerja diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja, serta dapat meringankan biaya hidup akibat pandemi Covid-19.

“Syarat peserta program Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal,” kata Menko Perekonomian.

Pendaftarannya, terdiri dari 3 (tiga) tahap. Tahap pertama calon peserta atau pendaftar membuat akun Prakerja di situs www.prakerja.go.id. Dalam situs tersebut, pendaftar tinggal memasukkan biodata, seperti nama, tempat/tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan sebagainya. Data yang sudah dimasukkan akan diverifikasi ke kementerian/lembaga terkait.

Setelah itu, pendaftar akan diarahkan untuk mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama kurang lebih 15 menit. Ketiga, pendaftar bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka. “Setiap minggunya, mulai hari ini (11 April 2020) sampai minggu ke 4 November 2020, akan dibuka kuota untuk sekitar 164 ribu peserta,” imbuh Menko Perekonomian.

Dibuka Sampai 30 Gelombang, Anggaran Disediakan Hingga Rp20 Triliun

Ilustrasi pekerja (Foto: ANTARA)

Menko menyarankan, jika belum berhasil diterima sebagai peserta pada gelombang pertama agar pendaftar dapat bergabung di gelombang selanjutnya. Sebab direncanakan pihaknya akan membuka hingga 30 gelombang pendaftaran sampai akhir tahun 2020. “Dan, total anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk tahun ini adalah sebesar Rp20 triliun,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah (Pemda), sambungnya, melalui Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi UKM, diharapkan dapat membantu memberikan pendampingan pendaftaran, hingga menyediakan beberapa komputer untuk masyarakat di tempat yang ditentukan Pemda. “Dalam masa pandemi Covid-19 ini, pelatihan yang tersedia hanya pelatihan online. Ke depan, setelah kondisi normal, pelatihan juga akan melalui tatap muka (offline),” tambahnya.

Ia menegaskan, bantuan pelatihan lewat program Kartu Prakerja ini hanya diberikan satu kali kepada satu orang. “Supaya manfaat ini dapat merata dan lebih banyak,” ujar Menko Airlangga seraya menyebutkan bahwa peserta yang menerima Kartu Prakerja akan diberikan pemberitahuan melalui email dan/atau SMS.

Kartu Prakerja, lanjut Menko Perekonomian, bukanlah kartu fisik, melainkan sebuah kode unik 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan.

“Peserta bisa memilih pelatihan yang diinginkan di platform digital mitra resmi program Kartu Prakerja, yaitu: Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker,” ujarnya.

Penerima Mendapat Manfaat Rp3,55 Juta

Ilustrasi pekerja korban PHK (Dok. Antara)

Setiap penerima Kartu Prakerja, menurut Menko Perekonomian, akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp3,55 juta, Yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra.

Kemudian, penerima mendapat insentif yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta. Insentif ini terdiri dari dua bagian. Yaitu insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan (Rp2,4 juta) dan insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp50 ribu per survei untuk 3 kali survei (Rp150 ribu).

“Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama,” jelas Menko Perekonomian.

Hanya saja, kata dia perlu dicatat bahwa bantuan tersebut akan hangus apabila dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima, peserta belum menggunakan Kartu Prakerja untuk pelatihan pertama. “Sisa bantuan biaya pelatihan setelah pelatihan pertama dapat digunakan untuk membeli modul pelatihan selanjutnya hingga 31 Desember 2020,” pungkasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top