EKONOMI & BISNIS

Harga Karet di Kalbar Anjlok Gara-Gara Covid-19

ilustrasi petani karet. (Foto: Antara)

Kate.id – Harga karet di Kalimantan Barat (Kalbar) anjlok akibat dampak virus corona baru (Covid-19). Hal ini diungkapkan Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Jusdar.

“Tidak bisa dimungkiri, dampak Covid-19 bisa membuat harga karet saat ini semakin anjlok,” kata Jusdar, Selasa (7/4/2020).

Diuraikan, harga karet di awal tahun pada pasar internasional sekira USD 1,4 per kilogram. Saat ini harga karet hanya di kisaran USD 1,06 per kilogram.

Jusdar menyebut, turunnya harga karet karena permintaan di dunia semakin turun. Hal itu karena produksi produk dari karet mulai ditahan karena beberapa industri tutup atau tidak produksi sementara seperti pabrik ban dan lainnya.

“Otomatis kalau industri yang menyerap ban tidak operasional, maka permintaan turun dan karet kita tidak terserap,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero menyatakan, selain faktor pasar dunia, harga karet juga dipengaruhi kualitas yang dihasilkan masyarakat. Menurutnya jika produk hasil karet baik tanpa campuran yang semestinya tidak ada, maka harga juga akan lebih tinggi.

“Covid-19 bisa membuat ekonomi bergejolak, permintaan barang produksi turun termasuk terhadap komoditas karet,” ujar Hero.

Di luar faktor kualitas karet yang rendah, faktor rantai pasar karet dari petani ke pabrik sangat panjang. Sehingga biaya logistik dan margin dari pasar yang panjang bisa memangkas harga di tingkat petani. Rantai pasar karet yang panjang menyebabkan harga di petani rendah.
“Untuk itu kami akan memulai dan bekerja sama dengan Gapkindo Kalbar melihat sejauh peta persoalan dan solusi apa yang bisa diberikan ke petani agar nilai tukar petani sektor perkebunan semakin baik,” tuturnya.

Adapun harga karet saat ini di tingkat petani hanya di kisaran Rp 8 ribu per kilogram. Hal itu terpantau seperti di Kabupaten Sambas. Sehingga para petani membutuhkan perhatian pemerintah agar harga karet dapat membaik. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top