EKONOMI & BISNIS

PSBB Diberlakukan, Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang

ilustrasi

Kate.id – Layanan ojek online (Ojol) bakal dilarang mengangkut penumpang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Kecuali dalam hal angkutan barang.

Aturan tersebut diatur dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan Covid-19. Aturan mengenai pedoman pelaksanaan PSBB ini terdapat dalam pasal 15 Permenkes itu. Aturan ini diterbitkan dalam rangka percepatan penanggulangan virus corona.

“Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang,” bunyi aturan tersebut.

Larangan itu mendapat tanggapan dari salah satu layanan ojol, Grab Indonesia. Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan, saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti pedoman dari Permenkes No.9/2020 dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Grab Indonesia telah memantau kondisi penyebaran virus Corona atau Covid-19 sejak awal tahun ini. Grab pun  telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menyiapkan respons terhadap Covid-19 termasuk kepada mitra ojek online.

Tri mengatakan, Grab secara aktif mengimbau semua mitra pengemudi untuk mengutamakan kesehatan. Agar melakukan tindakan pencegahan secara menyeluruh. Di antaranya mengenakan masker, mendisinfeksi kendaraan dan tas pengirimannya secara teratur.

“Sering mencuci dan membersihkan tangan mereka serta menjaga jarak aman melalui prosedur contactless delivery bagi mitra pengiriman GrabFood dan GrabExpress,” tuturnya.

Dalam aturan pedoman PSBB, selain ojek online, pemerintah akan membatasi kegiatan dari sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Kemudian kegiatan sosial dan budaya dan moda transportasi.

Ada beberapa tempat yang mendapat pengecualian saat PSBB. Tetapi harus menjaga jumlah minimum karyawan dan pengaturan jarak orang sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.

Antara lain supermarket, minimarket, pasar, toko kebutuhan bahan pangan dan barang pokok, toko obat-obatan dan peralatan medis, rumah sakit, dan puskesmas. Kemudian pelayanan publik lainnya, seperti perbankan, logistik pengiriman barang, Bursa Efek Jakarta, perusahaan telekomunikasi, hingga media cetak dan elektronik. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top