EKONOMI & BISNIS

OJK Identifikasi Data Pengemudi dan Kendaraan untuk Beri Keringanan Ojek Daring

Ilustrasi OTORITAS JASA KEUANGAN (istimewa)

Kate.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melakukan identifikasi jumlah data pengemudi dan kendaraan ojek daring. Untuk melakukan itu, OJK tengah meminta data tersebut kepada sejumlah perusahaan seperti Gojek dan Grab, untuk memberikan data pengemudi dan data kendaraannya berupa nomor mesin dan rangka. Data tersebut perlu diperoleh untuk memudahkan pengajuan keringanan cicilan kredit kendaraan.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menyatakan, selain itu pihaknya juga meminta data kepada perusahaan rental kendaraan, yang mempekerjakan pengemudinya yang meminjam melalui perusahaan pembiayaan.

“OJK meminta kerja sama dengan perusahaan ini untuk memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan dimaksud,” kata Sekar, dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara, Senin (6/4/2020).

Ia juga menyatakan, terkait dengan viral video pengemudi online yang akan ditarik kendaraannya. OJK, kata dia, telah melakukan pengecekan bahwa yang bersangkutan meminjam atau melakukan cicilan dari perusahaan jasa rental kendaraan, yang bukan lembaga jasa keuangan di bawah pengawasan OJK.

Perusahaan ini merupakan mitra kerja dari perusahaan yang mempekerjakan pengemudi daring. “OJK akan memanggil perusahaan daring maupun perusahaan jasa sewa kendaraan yang melakukan kegiatan leasing untuk mengklarifikasi video yang viral tersebut,” kata Sekar.

Sekar menjelaskan, OJK masih mendengar keluhan yang disampaikan melalui email atau telepon call center OJK berkaitan masih maraknya debt collector yang menemui masyarakat, khususnya yang terkait dengan pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan/multifinance (leasing).

Terhadap hal tersebut OJK menegaskan dan meminta kerja sama nasabah/debitur dan bank/perusahaan pembiayaan sebagai berikut :

1. Keringanan cicilan pembayaran kredit/leasing tidak otomatis, debitur/nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank/leasing.

2. Bank/Leasing wajib melakukan penilaian dalam rangka memberikan keringanan kepada nasabah/debitur.

3. Keringanan cicilan pembayaran kredit/pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan 1 tahun, bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara dan/atau lainnya sesuai kesepakatan baru.

4. Penarikan kendaraan/jaminan kredit bagi debitur yang sudah macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak COVID-19, dapat dilakukan sepanjang bank/perusahaan pembiayaan melakukannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

5. Menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak wabah COVID-19 seperti, pekerja di sektor informal atau pekerja berpenghasilan harian. Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang diperjanjikan. (hs/ant)

Comments

BERITA TERBARU

To Top