EKONOMI & BISNIS

Tahun ini, Pemerintah Rencana Melistriki 433 Desa dan 4.191 Rumah Tangga

ILUSTRASI DESA BERLISTRIK

JAKARTA, Kate.id – Pada tahun ini, Pemerintah memiliki rencana mensuplai listrik untuk 433 desa dan juga melistriki 4.191 rumah tangga. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, melalui Konferensi Video, Jumat (3/4).

Program tersebut sebagai bagian dari kewajiban pemerintah, sesuai undang-undang wajib menjamin ketersediaan energi. “Kemudian semua masyarakat perlu dijamin aksesnya terhadap energi dan juga yang pasti harus bisa terjangkau tarifnya,” ujar Menteri ESDM.

Ia menyampaikan, jumlah desa yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 83.436. Dari jumlah tersebut, 83.003 desa sudah berlistrik. Sedangkan sisanya, 433 desa belum berlistrik.

Dari jumlah daya listrik, yang disuplai berasal dari PLN sebanyak 74.430 desa. Kemudian yang tidak disuplai oleh PLN sebanyak 5.515 desa. Dimana listrik disuplai oleh swadaya masyarakat maupun bantuan daripada pemda setempat.

“Kemudian juga kita berupaya, 2 tahun lalu kita berupaya untuk bisa melistriki dengan menyediakan sebesar LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) sebesar 3.058. Ini LTSHE ini juga mempunyai waktu pakai yang memang ke depannya harus kita ganti,” kata Menteri ESDM.

Dalam pemetaannya, desa yang belum berlistrik itu diantaranya ada di Papua sejumlah 324 desa, kemudian Papua Barat sejumlah 103 desa, kemudian di Nusa Tenggara Timur itu 5 desa, dan Maluku .

“Kami sudah mendapatkan data bahwa PLN sudah melakukan pemetaan daripada lokasi-lokasi desa ini. Masih banyak desa-desa terutama di daerah Papua yang memang masih memiliki kesulitan dalam hal keterjangkauan untuk bisa mendapatkan suplai dari grid,” sambung Menteri ESDM.

Untuk itu, kata dia, diperlukan teknologi sendiri untuk bisa mendukung terjaminnya suplai. “Program yang sama juga kita lakukan di tahun 2021, yaitu antara lain menggantikan LTSHE yang memang life time-nya kurang lebih hanya 3 tahun, di tahun 2022 kita tambah demikian,” tambah Menteri ESDM.

ELEKTRIFIKASI SUDAH MENCAPAI 98,93 PERSEN

Ke depannya, Menteri ESDM menyebutkan bahwa rumah tangga-rumah tangga ini akan disuplai. Agar adanya peningkatan konsumsi penyerapan energi listrik untuk rumah tangga. Sehingga bisa memiliki dukungan untuk kegiatan industri-industri rumah tangga.

Kementerian ESDM mencatat, sejak tahun 2015 rasio elektrifikasi masih 88,3 persen. Sedangkan rasio desa berlistrik itu sudah 96,95 persen. Sementara saat ini, rasio elektrifikasi sudah mencapai 98,93 persen. “Hampir mendekati rasio desa yang sudah 99,48%,” ujarnya.

Hal tersebut, menurut dia, adalah gambaran mengenai suplai pembangkit yang akan mensuplai daerah-daerah belum berlistrik. ”Umumnya kita akan memanfaatkan sumber suplai, sumber-sumber dari energi-energi terbarukan. Voltage-voltage yang berasal dari panel surya. Kemudian juga kita menyediakan stasiun pengisian energi listrik, kemudian kita juga akan mengupayakan pembangkit listrik tenaga pikohidro,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan program ini akan dilakukan dengan sinergi antara anggaran pemerintah, anggaran otonomi khusus Papua, dana infrastruktur, dan Dana Desa untuk bisa mendukung program-program pembangunan program listrik desa ini.

”Program ini juga merupakan salah satu program dari pemerintah untuk penyaluran energi dengan dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan untuk masuk di dalam sistem suplai energi nasional,” pungkas Menteri ESDM. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top