HUKUM & KRIMINAL

Covid-19 Bikin Puluhan Ribu Napi Dibebaskan

ilustrasi napi. (Foto: Antara/Hafiz Mubarak)

Kate.id – Puluhan ribu narapidana (napi) dewasa dan anak dibebaskan pemerintah sebagai upaya pencegahan penularan virus corona baru (Covid-19). Hal ini dilaporkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ahad (5/4/2020).

Sebanyak 31.786 napi dewasa dan anak telah dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi. Hal ini terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan (Lapas), rumah tahanan negara, dan lembaga pembinaan khusus anak (LPKA).

“Angka itu akan terus bergerak, jajaran kami terus mendata narapidana dan anak yang memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 untuk dirumahkan melalui asimilasi dan integrasi,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Nugroho.

Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 adalah peraturan yang memuat syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dewasa dan anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Nugroho mengatakan tidak bisa dimungkiri bahwa narapidana dan anak merupakan bagian dari kelompok yang rentan tertular COVID-19. Walaupun jajaran pemasyarakatan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan.

“Kondisi ini semakin dipicu permasalahan overcrowding yang terjadi hampir di seluruh lapas dan rutan seluruh Indonesia,” kata dia.

Nugroho menegaskan bahwa narapidana dan anak yang diberikan asimilasi dan integrasi adalah mereka yang tidak terkait Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

“Mereka yang menjalankan asimilasi dan integrasi adalah yang tidak terkait PP 99, termasuk kasus tindak pidana korupsi yang saat ini sedang ramai dibicarakan,” kata Nugroho.

“Selain tidak terkait PP 99 Tahun 2012, mereka yang bisa diberikan asimilasi di rumah pastinya sudah melalui penilaian perilaku yang ketat. Mereka telah mengikuti program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian, dan tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin selama menjalani pidana,” ujar dia pula.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa 30.000 lebih narapidana dan anak yang telah dibebaskan kini berada dalam pembimbingan dan pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Selama masa tersebut, napi dan anak tersebut wajib mengikuti bimbingan dan pengawasan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas dengan wajib lapor.

“Karena kondisi seperti ini, maka pembimbingan dan pengawasaan dilakukan secara daring melaui video call atau fasilitas sejenis oleh PK BAPAS,” tandasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top