SEPAK BOLA

Pemain Bhayangkara FC Jadi Tersangka Dugaan Penganiayaan

Saddil Ramdani. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Kate.id – Nama jagat sepak bola nasional tercoreng. Pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani ditetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Saddil disangka telah menganiaya dan mengeroyok korban atas nama Irwan (25), warga Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

“Untuk perkara kasus Saddil Ramdani kami sudah naikkan ke penyidikan sekarang statusnya kami sudah naikkan menjadi tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muhammad Sofwan, Sabtu (4/4/2020).

AKP Sofwan mengungkapkan, penetapan Saddil sebagai Tersangka dilakukan usai penyidik Satreskrim Polres Kendari melakukan pemeriksaan terhadap Saddil dan beberapa orang saksi lainnya.

“Saddil sudah diperiksa sebanyak dua kali. Ada sekira empat atau lima orang saksi yang telah diperiksa. Sementara untuk korban, hari ini korban baru bisa diperiksa karena dari beberapa hari setelah kejadian korban baru bisa diperiksa,” jelas Sofwan.

Selain itu, Sofwan menjelaskan bahwa Saddil Ramdani disangkakan Pasal 351 ayat 1 dan 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Meskipun Saddil Ramdani telah dinaikkan statusnya menjadi tersangka namun Saddil tidak ditahan oleh pihak Kepolisian.

“Selama ini tersangka kami wajib melaporkan. Tetap dijadikan tersangka masalah penahanan itu kewenangan penyidik asalkan tidak memenuhi syarat objektif atau subjektif itu kewenangan penyidik masalah penahanan,” tuturnya.

Sofwan menjelaskan tidak mempermasalahkan jika Saddil Ramdani melakukan perjalanan ke luar kota ataupun berada di luar kota asalkan hadir dan tetap memenuhi kewajibannya untuk wajib lapor. “Yang penting Wajib Lapor,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan kasus yang membelit salah satu pemain timnas Indonesia Saddil Ramdani, yang menjadi tersangka dugaan pengeroyokan di Kendari, harus menjadi pelajaran bagi pemain lainnya. Dia ingin agar kejadian serupa tidak terulang kembali sebab apapun status seseorang atau pesepak bola semua sama di hadapan hukum.

“Prinsip equality before the law berlaku bagi semua warga negara Indonesia. Ini sesuai Pasal 27 UUD 1945 yang menyatakan, ‘Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya’,” ujar Iriawan yang juga purnawirawan Polri berpangkat akhir Komisaris Jenderal.

Oleh karena itu, Iriawan pun meminta agar setiap pesepak bola nasional untuk menjaga sikap di dalam maupun di luar lapangan.

Sebagai figur yang kiprahnya kerap disaksikan masyarakat dari layar televisi dan pemberitaan media, pesepak bola idealnya mesti menjadi contoh bagaimana berperilaku terpuji.

Manajemen Bhayangkara FC sendiri berjanji tidak akan mengintervensi kasus dugaan penganiayaan yang tengah menimpa Saddil Ramdani yang berujung pelaporan kepada pihak kepolisian.

“Intinya kami sebagai klub apapun yang terjadi di luar klub adalah tanggung jawab masing-masing dan tidak akan mengintervensi atas kasus Saddil saat ini. Kita akan ikut prosedur hukum yang ada,” ujar COO Bhayangkara FC, Sumardji.

Menurut dia, apa yang terjadi pada Saddil merupakan permasalahan keluarga. Sehingga sekiranya bisa diselesaikan baik Saddil dan keluarga.

“Kalau bisa tidak usah dibawa ke ranah hukum. Tapi sekali lagi kami berharap ini pertengkaran keluarga, sebaiknya diselesaikan di luar jalur hukum. Jadi diselesaikan secara kekeluargaan. Tentu kami akan mengikuti semua proses hukum dan menaati semua proses hukum yang sedang terjadi pada salah satu pemain kami,” tutur Sumardji. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top