NASIONAL

Dua Ribu Lebih Tertular Covid-19 di Indonesia

ilustrasi Covid-19.

Kate.id – Dua ribu lebih orang di Indonesia tertular virus corona baru (Covid-19). Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat hingga Sabtu (4/4/2020), total positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 2.092 kasus. Sementara pasien yang sembuh 150 kasus dan meninggal dunia 191 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, di Jakarta, Sabtu, mengatakan pasien yang sembuh bertambah 16 kasus, sementara yang meninggal bertambah 10 kasus. Sebelumnya pada Jumat (3/4), tercatat 1.986 kasus positif Covid-19, 181 orang meninggal dan 134 orang dinyatakan sembuh.

“Kita masih cukup prihatin pada hari ini masih terjadi penambahan kasus konfirmasi positif, kita bersyukur juga bahwa ada saudara kita yang sudah sembuh dan kondisinya bagus,” kata Yuri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan orang tanpa gejala (OTG) berpotensi tinggi dalam menularkan virus corona penyebab Covid-19 di masyarakat.

“Kita saat ini masih tetap mewaspadai adanya penularan yang terjadi di lingkungan masyarakat yang disebabkan masih adanya kasus positif tanpa keluhan yang berada di tengah-tengah kita. Kita kenal dengan terminologi OTG, ini menjadi potensi tinggi penularan,” kata Yurianto.

Menurut dia, potensi OTG menyebabkan penularan virus didasarkan pada statistik masih tingginya angka penularan yang terjadi hingga hari ini. OTG ini adalah mereka yang tidak mengidap gejala Covid-19, namun ternyata positif telah tertular.

Adapun kasus positif hingga Sabtu mencapai 2.092 kasus atau naik 106 kasus dari hari Jumat yang menyentuh angka 1.986 orang. DKI Jakarta dan Jawa Barat masih menjadi provinsi yang tingkat penularannya tinggi, masing-masing tercatat 55 kasus dan 24 kasus dalam waktu 24 jam.

“Ini (OTG) menjadi potensi tinggi penularan. Di satu sisi orang tersebut tidak mengalami keluhan, di sisi yang lain banyak masyarakat yang masih belum melaksanakan ketentuan menjaga jarak. Dari hari ke hari inilah yang jadi kekhawatiran kita penularan masih terus terjadi, terus berjalan,” kata dia.

Ia pun terus mengingatkan pada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan tidak pergi kemanapun. Langkah ini diyakini sebagai solusi terbaik memutus rantai penularan.

“Karena itu kami minta ini menjadi bagian kita, di samping membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dalam waktu 20 detik, mulai menghentikan kebiasaan baik yang disadari ataupun tidak seperti menyentuh wajah, mulut, hidung, mata. Ini adalah rute yang paling klasik untuk infeksi penyakit,” tegas Yurianto. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top