SAINS & TEKNO

Apple Digugat, Dituduh Edarkan Lagu Ilegal

ilustrasi

Kate.id – Apple dituduh mengedarkan lagu pop dan jazz ilegal di iTunes Store. Alhasil perusahaan teknologi ini digugat sekelompok asosiasi musik di California, Amerika Serikat.

Dikutip dari Apple Insider, tuduhan tersebut dialamatkan kepada Apple dan distributor musik Adasam Limited di pengadilan distrik Northern District of California. Pihak penggugat merupakan SA Music, The Harold Arlen Trust, Ray Henderson Music CO dan Four Jays Music Company.

Distributor musik dari Inggris Raya, Adasam dituduh menjual lagu-lagu era 1920-1960-an yang mereka dapatkan tanpa izin resmi. Adasam disebut tidak memiliki hak untuk megedarkan rekaman tersebut.

Salah satu lagu yang mereka tuduh ilegal adalah “Stormy Weather” dari Lena Horne yang dijual seharga 99 sen oleh Adasam. Padahal, RCA yang memegang lisensi untuk lagu tersebut menjual di iTunes seharga 1,29 dolar.

Dalam berkas turuhan, para penggugat menyebutkan Adasam Limited beroperasi dengan nama-nama yang berbeda di iTunes. Antara lain Blue Orchid, Six Week Smile dan Atlantic Motion.

Penggugat menilai Apple terlibat dalam kasus ini karena mereka terikat kontrak dengan Adasam untuk mengedarkan katalog ilegal di iTunes Store. Dalam beberapa kasus, lagu-lagu bajakan ditawarkan untuk melegitimasi lagu duplikat yang ditawarkan sebuah label rekaman.

“Semua ini dengan jelas menunjukkan bahwa Adasam melakukan operasi musik bajakan secara besar-besaran. Apple mengetahui hal tersebut, atau memilih untuk mengabaikan, bahwa ada bukti pembajakan dan berpartisipasi dalam pelanggaran skala besar,” tulis tuntutan itu.

Gugatan tersebut meminta ganti rugi serta larangan Apple dan Adasam untuk menggunakan karya-karya tergugat yang dilanggar.

Penggugat memiliki rekam jejak dalam lagu-lagu populer standard jazz, antara lain Harold Arlen terlibat menulis “Over The Rainbow”, Harry Warren lewat “The Chattanooga Choo Choo” dan “I Only Have Eyes for You” serta Ray Henderson menulis “Bye Bye Blackbird”. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top