ADVERTORIAL

Penanganan Covid-19 ala Pemkab Kutai Kartanegara (3-Habis): Bangun Kesadaran Tanpa Kepanikan

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat turun langsung memantau penyemprotan disinfektan di sejumlah titik.

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kedekatan sang bupati, Edi Damansyah dengan warganya, menjadi salah satu modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memberikan edukasi terkait virus corona baru (Covid-19) kepada warga. Sebagai pemimpin, Edi dinilai memahami karakteristik masyarakat Kukar yang heterogen.

Sebelum persoalan Covid-19 merebak di tanah air, Edi Damansyah mengeluarkan kebijakan strategis dengan menaikkan gaji para tenaga medis berstatus honorer. Penghargaan pun diberikan bagi mereka yang bertugas di pelosok Kukar dengan nilai gaji yang lebih besar.

Besarnya peran tenaga medis di pelosok Kukar, membuat dirinya mengeluarkan kebijakan itu. Terlebih lagi, kondisi 193 desa dan 44 kelurahan di Kukar begitu beragam, di tengah luasnya geografis Kukar.

Sementara saat Covid-19 melanda, tenaga medis menjadi garda terdepan penanganan virus pandemi global itu. Peran tenaga medis dan kesehatan termasuk pegawai puskesmas di masing-masing kecamatan sangat besar. Terutama untuk melakukan pemantauan kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tersebar di seluruh Kukar.

Koordinasi gugus tugas penanganan Covid-19 pun berlangsung hingga tingkat desa dan RT. Partisipasi kesadaran masyarakat terus muncul. Bahkan tak sedikit desa yang melakukan pembatasan serta memperketat akses masuk. Penyemprotan disinfektan serta penyediaan tempat cuci tangan, berada di seluruh lokasi rawan.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah (kanan) disela- sela memantau kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah ibadah.

Bahkan, Edi turut memantau langsung kegiatan penyemprotan disinfektan di berbagai wilayah. Seperti rumah ibadah, perkantoran dan sebagainya. Dia pun berharap agar kesadaran yang dibangun ini tidak disertai dengan kepanikan. Sehingga, dampak ekonomi dan sosial di tengah masyarakat tidak terlalu besar.

“Dengan semangat gotong-royong ini, kita bisa lebih mudah memerangi Covid-19. Tentu kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan peran serta masyarakat,” imbuhnya.

Untuk pengawasan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kukar, Gugus Tugas Pemkab Kukar juga melakukan penempelan stiker di rumah yang menjadi tempat isolasi mandiri. Sehingga peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan pun dinilai penting.

“Alhamdulillah, semua warga dari berbagai elemen turut ambil bagian. Kami harapkan masalah ini benar-benar selesai,” tutup Edi. (*)

BACA JUGA

Comments

BERITA TERBARU

To Top