ADVERTORIAL

Legislator Kaltim asal Kukar: Sebelum Lockdown Pemda Harus Siapkan Diri

SAMARINDA, Kate.id – Beberapa daerah menyuarakan untuk menetapkan karantina wilayah atau lockdown. Tak terkecuali di Kaltim. Sebab, wabah pandemi Covid-19 semakin meresahkan masyarakat. Jumlah kasus terus meningkat, baik yang berstatus ODP (Orang dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) serta terkonfirmasi positif Covid 19.

Tak terkecuali di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Yang dikabarkan bakal menerapkan lockdown lokal. Anggota DPRD Provinsi Kaltim dapil Kutai Kartanegara, Akhmed Reza Pahlevi angkat bicara. Ia mengatakan, tidak mudah bagi pemerintah daerah dalam mengambil keputusan untuk melakukan lockdown.

“Pro-kontra di dalam memahami lockdown memang menjadi ketakutan dan kepanikan tersendiri, baik di masyarakat maupun di pemerintahan,” urai Akhmed Reza Fhaclevi, Senin (30/3/2020).

Ia berpendapat memang kebijakan tersebut bukan mustahil diterapkan. Namun merupakan opsi jalan terakhir untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona.

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa setiap kebijakna pasti punya hitungan dampak sosial nya. Kebijakan lockdown tentu berdampak langsung kepada ekonomi dan sosial masyrakat. Olehkarena itu, sebelum memutuskan kebijakan tersebut ia berharap pemda harus mempersiapkan segalanya. Utamanya fasilitas kebutuhan dasar masyarakat.

“Seprti bahan pokok makanan, obat-obatan serta lainnya yang menunjang untuk kebutuhan hidup seperti yang tertuang dalam undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” imbuhnya.

“Jangan sampai ketika keputusan lockdown diterapkan, namun tidak diimbangi dengan fasilitas yang diberikan karena tidak adanya aktifitas yang dilakukan,” sambung legislator dari Fraksi Gerindra ini.

Tak hanya itu, kata dia, yang paling penting dipersiapkan lainnya yaitu terkait dampak ekonomi masyarakat. Tentu dengan melakukan lockdown lokal dapat berpengaruh pada roda ekonomi di daerah. Maka perlu adanyabantuan stimulan ekonomi untuk menekan dampaknya ke masyarakat.

“Jadi harus dipikirkan dan dipersiapkan secara matang. Pengiriman barang kebutuhan pokok itu juga harus tetap dibuka dan diterima, namun tetap dalam penyeterilan misalnya kedatangan barang harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dioperasikan kepada masyarakat,” terangnya.

Ia pun berharap, pemda dapat merumuskan formula yang tepat dalam menyelesaikan penanganan pandmei Covid-19 ini. “Kita harus beekrjasama semua pihak antara pemerintah dan masyarakat, saling bahu membahu dalam menangani penyebaran serta memutus mata rantai wabah ini,” tandasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top