ADVERTORIAL

Penanganan Covid-19 ala Pemkab Kutai Kartanegara (2): Siapkan Hotel, Karantina Mahasiswa OTG

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat berbincang dengan mahasiswa Kukar yang pulang dari daerah terjangkt covid-19. Dia juga memastikan fasilitas karantina sesuai prosedur.

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Gelombang kedatangan mahasiswa dan pelajar Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari sejumlah daerah terjangkit virus Corona baru (Covid-19), mendapat perhatian serius pemkab setempat. Mengantisipasi penyebaran virus, sebuah hotel disulap menjadi tempat karantina mahasiswa yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) itu.

Sebanyak 56 kamar berkapasitas lebih dari 100 orang disiapkan. Kedatangan para mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah itu juga disambut penjemputan dari bandara dengan pendampingan tim medis dan petugas keamanan.

Tak hanya mendapat fasilitas makan tiga kali sehari, selama menjalani masa karantina 14 hari, mereka juga mengikuti berbagai kegiatan. Baik yang berkaitan penguatan sistem imun tubuh hingga kerohanian. Seperti salat tahajud yang dilakukan di kamar masing-masing.

Penyediaan wadah karantina ini, juga untuk mengendalikan serta mengantisipasi terbawanya virus dari daerah terjangkit. Selama 14 hari, kondisi kesehatan mahasiswa akan dipantau. Untuk yang memiliki gejala seperti batuk dan pilek, maka akan masuk dalam kategori orang dalam pemantuan (ODP).

Sejak dari kedatangan, mahasiswa juga sudah dilakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan. Selain itu juga pemeriksaan kesehatan sebelum menghuni kamar.

“Alhamdulillah, tidak ada yang dipaksa untuk dilakukan karantina. Para mahasiswa dan pelajar ini datang dari daerah terjangkit dan ada potensi untuk membawa virus. Makanya kami lakukan antisipasi khusus,” ujar Bupati Kukar Edi Damansyah.

Pemkab Kukar, lanjut Edi, membuka layanan hotline untuk menerima pengaduan atau pendaftaran mahasiswa yang akan pulang dari luar daerah tersebut.

Inovasi dan gerak cepat Edi ini rupanya mendapat apresiasi banyak pihak. Ira, mahasiswa yang menghuni hotel tersebut menyampaikan apresiasi kepada sang bupati.

Dia menyebut tidak semua daerah memiliki kebijakan yang sama. Berangkat dari Jogja dan tiba di bandara Sepinggan Balikpapan, Ira mengaku sudah dilayani dengan baik. Tak hanya dijemput, tetapi juga diarahkan agar meminimalisasi penularan.

Ira semula khawatir jika kepulangannya akan membawa virus tersebut. Terlebih lagi kekhawatirannya kepada keluarga yang tinggal satu rumah dengn dirinya.

“Awalnya saya juga sangat khawatir, kalau saya membawa virus tersebut. Tetapi alhamdulillah ada karantina seperti ini. Untuk memastikan kita tidak ada membawa ataupun tertulas virus tersebut,” sebutnya. (*)

BACA JUGA:

Comments

BERITA TERBARU

To Top