METROPOLIS

Pasien dalam Pengawasan Bertambah, Pemprov Kaltim Perpanjang Masa Status KLB Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak saat jumpa pers di kantor Dinkes Kaltim, di Samarinda, Kamis (26/3/2020).

SAMARINDA, Kate.id – Jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 terus bertambah. Hingga kini, sudah mencapai 65 kasus. Disisi lain, Pemprov Kaltim bakal memperpanjang  masa status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19. 

Hingga Kamis (26/3), pasien dengan pengawasan (PDP) bertambah jadi 65 kasus. Dari jumlah tersebut, yang positif Covid-19 di Kaltim masih tetap 11 orang. Sedangkan PDP negatif 31 orang. Sisanya masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 23 orang. 

Terjadi penambahan PDP per 26 maret 2020 sebanyak 1 Kasus. Hal itu dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak. Ia menjelaskan kronologis penambahan PDP tersebut. Kata dia, PDP terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. 

“Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dan Bogor, gejala yang dialami berupa Demam, Batuk, Sakit Tenggorokan, Menggigil, Sakit Kepala, Lemah, Mual, Muntah dan Diare. Sampai saat ini kondisi pasien stabil. Pasien dirawat di RSUD Abdul Wahab Syahranie,” katanya, saat jumpa pers di Aula Dinkes Kaltim, Kamis (26/3/2020).

Dia mengatakan, penambahan juga terjadi untuk kasus negatif per 26 maret 2020 sebanyak 5 kasus. Berasal dari Samarinda dan Bontang. “Di Bontang 1 orang merupakan bagian dari klaster KPU yang sebelumnya dirawat di RS Taman Husada Bontang. Di Samarinda sebanyak 3 orang merupakan bagian dari Kluster KPU yang sebelumnya dirawat di RS Abdul Wahab Syahranie, Samarinda. Satunya lagi, merupakan pelaku perjalanan yang ditetapkan sebagai PDP sebelumnya dengan riwayat perjalanan dari Jakarta dan Bogor,” paparnya.

Sementara hingga Kamis (26/3) ini total Orang Dalam Pemantauan (ODP)sudah 2.063 orang, yang terdiri dari 569 selesai pemantauan dan 1.494 proses pemantauan. 

Masa KLB Covid-19 Selama 90 Hari

Keputusan status KLB Provinsi Kaltim terhadap pencegahan wabah Covid-19 atau virus corona sudah ditetapkan sejak 20 Maret 2020 hingga 90 hari ke depan. Hal ini juga mengingat pemerintah pusat telah melakukan penambahan terhadap status KLB atau darurat bencana wanah Covid-19 di Indonesia hingga 91 hari.

“Kami memang sudah sejak 20 Maret 2020 menetapkan KLB hingga kurang lebih tiga bulan ke depan atau 90 hari. Adapun penambahan oleh pusat terkait status KLB kita ikuti saja apa yang telah ditetapkan,” kata Plt Sekprov Kaltim HM Sa’bani di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (26/3/2020).

Menurut Sa’bani, apakah dari 90 hari itu akan ada penambahan. Maka, kita akan ikuti keputusan pemerintah pusat. Artinya, Pemprov Kaltim taat terhadap apa yang ditetapkan pusat.

Sa’bani berharap, kejadian atau musibah tersebut tidak membuat masyarakat resah. Tetapi memotivasi masyarakat agar semakin dekat kepada Sang Pencipta dan keluarga di rumah.

Karena itu, kata dia, semua harus waspada dan tidak perlu berlebihan. Ia juga mengajak seluruh rakyat Kaltim bersama-sama berdoa agar wabah ini cepat berakhir.

“Melalui surat edaran Gubernur tentang pencegahan Covid-19 yang telah diterbitkan. Kami minta masyarakat tetap tenang, jangan panik dan selalu mengikuti apa yang telah diinstruksikan pemerintah. Misal selalu menjaga kesehatan masing-masing. Laksanakan prilaku hidup bersih dan sehat. Mencuci tangan sampai bersih menggunakan sabun,” jelasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top