ADVERTORIAL

Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo Sebut Dua Tokoh Lokal Ini Layak Pimpin Badan Otorita IKN

Wakil Ketua DPRD Kaltim III Sigit Wibowo

SAMARINDA, Kate.id – Beberapa tokoh Kaltim, disebut punya kapasitas layak menjadi pimpinan Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN). Diantaranya, Gubernur Kaltim Isran Noor dan Rektor Universitas Mulawarman Prof Masjaya. Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo.

Kata dia, sebenarnya ada banyak tokoh Kaltim yang layak. Namun yang sudah dikenal luas tak hanya oleh masyarakat lokal namun juga nasional ada dua tokoh. Yakni, Gubernur Kaltim Isran Noor dan Rektor Unmul (Unmul) Prof Masjaya layak masuk nominasi. 

“Kita ingin usulkan ada masuk nominasi. Harus ada nominasi dari tokoh- tokoh Kaltim. Kalau sekarang empat, ya limanya tokoh Kaltim. Pak Isran sangat layak dimasukkan,” kata wakil rakyat dapil Balikpapan ini. 

Diketahui Presiden Jokowi telah menyebutkan emoat nama kandidat calon Kepala Otorita IKN. Keempat nama itu adalah Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, Ahok, CEO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 

Sigit menilai, Isran Noor tak kalah rekam jejaknya dengan nama- nama empat kandidat yang lain. Bahkan, pernah masuk dalam daftar calon Menteri Kabinet Indonesia Maju 2019- 2024 lalu. 

“Mestinya masuk dalam kontestasi itu. Pak Isran dan Majaya punya kapasitas. Kalau tidak amsuk sama sekali (tokoh Kaltim) repot juga kan,” imbuh politisi PAN ini.

Sigit menjelaskan, sebenarnya DPRD Kaltim secara kelembagaan berinisiatif akan menggelar rapar besar bersaam seluruh Forkopimda Kaltim. Membahas soal kontribusi daerah untuk IKN. Mulai dari menginventarisir usulan- usulan daerah, untuk dibawa ke pemerintah pusat. “Termasuk soal pimpinan Badan Otorita. Rencananya kita akan gelar 30 Maret nanti” jelasnya. 

Hanya saja, kata dia, jika melihat perkembangan Presiden Jokowi bakal mengumumkan pimpinan Badan Otorita dalam waktu dekat. “Tapi ini kan sudah mau diumumkan. Cuma kita enggak tau kadaluarsa atau tidak,” cetusnya.

Kalau pun pada akhirnya Presiden Jokowi memutuskan nama pimpinannya bukan dari Kaltim, Sigit meminta semua pihak dapat menerima dengan terbuka. Sebab, konsep IKN prinsipnya dibangun dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Cuma mestinya sebelum itu kita berjuang. Agar tokoh kita ada yang masuk,” tegasnya.

Namun demikian, ia berharap Badan Otorita nantinya dapat menampung segala aspirasi masyarakat Kaltim. “Intinya jangan rugikan Kaltim. Tapi kita akan tetap mengusulkan orang lokal masuk dalam nominasi tersebut,” tandasnya. (tm )

Comments

BERITA TERBARU

To Top