MUSIK

Via Vallen dan Armada Dapat Royalti Terbesar di Hari Musik

Via Vallen. (Foto: istimewa)

Kate.id – Bertepatan dengan Hari Musik Nasional, Performers Right Society of Indonesia (PRISINDO) mengumumkan distribusi royalti tahunan kepada seluruh anggotanya yang merupakan musisi dan penyanyi yang telah memiliki karya rekam. Tercatat 300 lebih musisi terdaftar sebagai anggota PRISINDO yang merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Hak Terkait untuk pelaku pertunjukan.

Dari royalti yang didistribusikan PRISINDO tahun ini, tercatat lima nama penyanyi sebagai penerima royalti terbesar, yaitu Via Vallen, Anji, Judika, Iwan Fals dan Cita Citata. Untuk band penerima royalti terbesar tahun ini, yaitu Armada, NOAH, Ungu, Seventeen, dan Naff.

“Royalti yang dibagikan bukan berasal dari penjualan lagu musisi/penyanyi baik secara digital maupun fisik, namun berasal dari performing rights atau hak untuk mengumumkan karya ke ranah publik,” ujar Marcell, penyanyi sekaligus KetuaUmum PRISINDO, dalam siaran persnya, Senin (9/3/2020) dikutip dari Kantor Berita Antara.

“Ketika sebuah karya rekam diperdengarkan untuk kepentingan komersial seperti di hotel, karaoke dan restoran, maka para pengguna tersebut wajib membayar royalti performing rights pada tiga pemilik hak. Yang pertama adalah pencipta lagunya, yang kedua adalah musisi dan penyanyi yang merekam karya tersebut, dan yang ketiga adalah produser,” lanjut Marcell.

PRISINDO merupakan LMK pertama di Indonesia yang berhasil melakukan regenerasi pengurus lewat Rapat Umum Anggota. PRISINDO dirintis oleh para tokoh seperti Kris Biantoro (Alm.), Koes Hendratmo, Tamam Hussein, dan beberapa tokoh musik Indonesia lainnya. Saat ini tercatat nama-nama baru sebagai pengurus PRISINDO periode 2019-2024.

Marcell sebagai Ketua Umum, Sari Koeswoyo sebagai Ketua I, Indra Perdana Sinaga (ADA Band) sebagai Ketua II, Chandra “Konde” Christanto sebagai Wakil Ketua I, Makki Parikesit (Ungu) sebagai Sekretaris, Indra Prasta (The Rain) sebagai Wakil Sekretaris, dan Irwan Indrakesuma (Chaseiro) sebagai Bendahara.

“Semoga kesadaran kolektif ini nantinya semakin membawa perubahan signifikan kepada peningkatan pola pikir dan tingkah laku industri kreatif yang berujung pada peningkatan kesejahteraan para pelakunya,” kata Marcell. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top