METROPOLIS

Sudah Ada Belasan Suspect, Kaltim Masih Bebas Virus Corona

Ruangan isolasi yang disiapkan untuk menangani virus corona.

SAMARINDA, Kate.id –  Ditetapkannya kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan. Selain memperketat akses masuk ke Benua Etam, pemprov juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyatakan, seluruh akses pintu masuk baik dari bandara maupun pelabuhan semakin diperketat. Tak hanya melalui alat pendeteksi thermal scanner, namun diperkuat dengan penambahan tim khusus. Memeriksa lalu lintas pergerakan kedatangan orang.

Apabila ada yang terdeteksi tidak normal, kata dia, maka tim akan memberikan penanganan khusus. “Pemantauan terus dilakukan di pintu masuk Kaltim, baik di pelabuhan maupun di bandara, dan makin diperketat,” jelas Ishak. 

Jika sebelumnya pemeriksaan hanya fokus pada penerbangan internasional dan transit subinternasional, kini pemeriksaan juga difokuskan di pintu kedatangan domestik. Khususnya kedatangan dari Jakarta. 

“Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada,” serunya.

Tak hanya akses pintu masuk di fasilitas publik, Ishak mengatakan hal tersebut juga dilakukan pada akses private atau swasta dan perusahaan. Meski demikian, hingga kini belim ada satupun pasien suspect virus corona di Kaltim yang dinyatakan positif terpapar virus tersebut.

Penegasan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat baik melalui media konvensional, media online maupun media sosial yang menyebutkan virus corona sudah ‘berkeliaran’ di beberapa daerah di Kaltim. 

“Untuk Kaltim, hingga saat ini belum ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19,” tegasnya.

Dari 11 Laporan, 5 Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak.

Informasi yang benar, diungkapkannya, hingga Selasa (3/3/2020), di Kaltim telah terdapat 11 laporan kasus suspect terkait Covid-19. Dengan rincian delapan kasus dalam pengawasan, dua kasus dalam pemantauan dan satu discharded.

Suspect corona adalah istilah medis yang menyatakan seorang pasien diduga mengidap virus corona, tetapi belum dipastikan positif atau negatif.

Laporan pertama diterima pada 30 Januari 2020 dari Kabupaten Berau. Dua warga negara asing berkebangsaan India dirawat di Rumah Sakit Abdul Rivai Tanjung Redeb, Berau. Setelah diberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman kewaspadaan penyakit Covid-19, keduanya dinyatakan bukan terinfeksi Covid-19.

“Dari sebelas kasus yang dilaporkan, baik suspect pemantauan maupun pengawasan, hingga saat ini belum ada satu pun yang terkonfirmasi sebagai corona. Gejalanya seperti corona, tapi sesungguhnya itu gejala penyakit biasa,” jelasnya.

Sampai saat ini, ungkap Andi Ishak, masih ditunggu lima konfirmasi hasil laboratorium dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta. Laboratorium tersebut, satu-satunya lembaga resmi pemerintah yang ditunjuk untuk memberikan hasil laboratorium Covid-19. Kelima pasien itu, empat berasal dari Balikpapan dan satu dari Berau.

“Enam hasil lab yang sudah kami terima, semuanya negatif. Jadi tidak benar kalau dikatakan sudah ada korban corona di Kaltim,” tegasnya.

Empat Rumah Sakit Rujukan Disiapkan

RSUD AW Sjahranie Samarinda (Dok. Istimewa)

Lebih jauh Andi mengatakan, meski belum ada satu pasien pun terkonfirmasi positif corona virus, namun Dinas Kesehatan Kaltim dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terus melakukan kewaspadaan penyebaran Covid-19.

Dari 100 Rumah Sakit (RS) yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai RS rujukan penanganan kasus Covid 19 di tanah air, di Kaltim ada empat fasilitas yang disiapkan. Keempatnya yaitu RSUD AW Syahranie Samarinda, RSUD Kanudjoso Balikpapan, RSUD Panglima Sebaya di Tanah Grogot, Kabupaten Paser dan RSUD Taman Husada Bontang.

Untuk langkah-langkah mengantisipasi masuknya virus berbahaya ini ke Kaltim, Andi Ishak menjelaskan bahwa koordinasi maksimal sudah dilakukan dengan semua stakeholder pihak terkait. “Peran masing-masing pihak akan sangat membantu mencegah masuknya Covid-19 ke Kaltim,” imbuhnya. 

Salahsatu ruang isolasi yang dipersiapkan (Dok. Humas Pemprov Kaltim)

Salah satu RS di Kaltim yang dipersiapkan menjadi rujukan, RSUD AW Syahranie Samarinda telah mempersiapkan segala fasilitas medis yang diperlukan berstandar international WHO. Humas RSUD AW Syahranie Dokter Arysia Andhina menuturkan, salah satu peralatan medis yang disiapkan yaitu baju proteksi atau baju pelindung anti virus Covid-19. 

“Kami di AWS punya baju astronot. Saya kurang tahu berapa jumlahnya, tapi kami sudah siapkan itu untuk melakukan penanganan bila ada kasus Covid-19 ditemukan di Kaltim,” terangnya. 

Untuk ruang isolasi, kata dia, telah dipersiapkan dua ruangan. Yakni satu ruangan khusus pasien suspect dan satu ruang konfirmasi bila pasien dinyatakan positif Covid-19. Sejauh ini, kata dia, belum ada pasien yang dilakukan perawatan di RS tersebut. 

“Kami tidak berharap ada temuan kasus corona di Kaltim, tapi bila terjadi sekelas suspect pun harus kami segera isolasi. Ada tiga tahapan, pemantauan, suspect, dan konfirmasi,” terangnya. 

Hindari Kontak Langsung, Jalani Pola Hidup Sehat

Ilustrasi cara pencegahan. Foto: Dok. Burst/Pexel

Dalam situasi seperti ini, masyarakat diharapkan tidak terlampau panik berlebihan. Sejatinya penyebaran Covid-19 bisa dicegah. 
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak memberikan tips agar masyarakat terhindar dari potensi terkena serangan Covid-19.

Pertama, kata dia, hindari kontak langsung dengan penderita Covid-19 atau melakukan kontak terbatas. “Jika ada rencana aktivitas keluar negeri, lebih baik menunda rencana keberangkatan ke luar negeri, khususnya negara-negara yang sudah terjangkit,” paparnya.

Kemudian, menjaga kesehatan dengan berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membudayakan hidup sehat. Salah satunya dengan rajin mencuci tangan dan minum air putih.

“Hindari juga berdekatan dengan warga negara asing yang bersin atau batuk. Jangan lupa, gunakan masker,” pesannya. (*)

View this post on Instagram

Ditetapkannya kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan. Selain memperketat akses masuk ke Benua Etam, pemprov juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang. – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyatakan, seluruh akses pintu masuk baik dari bandara maupun pelabuhan semakin diperketat. “Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada,” serunya. – Meski demikian, hingga kini belum ada satupun pasien suspect virus corona di Kaltim yang dinyatakan positif terpapar virus tersebut. Penegasan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan virus corona sudah ‘berkeliaran’ di beberapa daerah di Kaltim. – "Untuk Kaltim, saya pastikan hingga saat ini belum ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19,” tegasnya. – Informasi yang benar, diungkapkannya, hingga Selasa (3/3/2020), di Kaltim telah terdapat 11 laporan kasus suspect terkait Covid-19. Dengan rincian delapan kasus dalam pengawasan, dua kasus dalam pemantauan dan satu discharded. – Suspect corona adalah istilah medis yang menyatakan seorang pasien diduga mengidap virus corona, tetapi belum dipastikan positif atau negatif. – “Dari sebelas kasus yang dilaporkan, baik suspect pemantauan maupun pengawasan, hingga saat ini belum ada satu pun yang terkonfirmasi sebagai corona. Gejalanya seperti corona, tapi sesungguhnya itu gejala penyakit biasa,” jelasnya. – Selengkapnya kunjungi www.kate.id atau klik link di bio. Follow @katedotid . . . #Kateid #VirusCorona #coronavirüs #covid19 #Kaltim #breakingnews #trendingtopic #info #berita #beritahariini #beritaterkini #beritaviral #News #Indonesia #Viral #likeforlikes #like4likes #instalike #instadaily #instanews #isntavideo #followforfollowback #follow4followback #repost

A post shared by Kate.id (@katedotid) on

Comments

BERITA TERBARU

To Top