EKONOMI & BISNIS

Nilai Transaksi Lelang di 2019 Capai Puluhan Triliun Rupiah

ilustrasi balai lelang. (Foto: ibid astra)

Kate.id – Nilai transaksi lelang selama 2019 mencapai Rp 27 triliun, sebagaimana dalam catatan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 18,3 triliun.

“Peningkatan ini salah satunya didorong kerja sama dan koordinasi langsung dengan perbankan,” kata Lukman Effendi selaku Direktur Lelang DJKN, Jumat (28/2/2020) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurut dia, dari jumlah nilai transaksi itu, sekira Rp 12 triliun di antaranya merupakan lelang secara sukarela atau swasta yang tersebar di 102 balai lelang seluruh Indonesia. Sisanya atau sekira Rp 15 triliun lainnya dilakukan oleh pemerintah melalui 71 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) seluruh Indonesia di bawah DJKN.

Adapun barang-barang lelang tersebut merupakan rampasan negara oleh KPK atau Kejaksaan serta sitaan pajak atau bea cukai dengan jenis beragam di antaranya properti hingga kendaraan bermotor. Tak hanya itu, juga ada lelang gadai saham dengan nilai yang signifikan mencapai Rp 638 miliar.

Pemerintah, lanjut dia, berwenang melakukan semua metode lelang di antaranya dari eksekusi dengan menjual barang sitaan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Selain itu, juga ada barang sitaan pajak penjualan barang agunan perbankan, lelang barang milik negara/daerah, hingga lelang sukarela yang dimohonkan baik institusi atau perorangan. Sedangkan lelang melalui swasta, kata dia, hanya lelang sukarela.

Pelaksanaan lelang melalui KPKNL, lanjut Lukman, saat ini juga semakin mudah melalui digitalisasi mulai pengajuan hingga prosesnya. Potensi pengaturan harga juga bisa ditekan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Selama tahun 2019, DJKN melaksanakan hampir 60 ribu kali lelang dengan penerimaan berupa bea lelang mencapai Rp600 miliar yang masuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Nilai transaksi lelang dari tahun ke tahun melonjak setidaknya selama periode 2015-2019 dengan total transaksi mencapai Rp85,9 triliun dalam lebih dari 282 ribu kali transaksi.

Dari total nilai transaksi itu, negara mendapatkan penerimaan Rp6,48 triliun terdiri dari bea lelang untuk PNBP mencapai Rp1,98 triliun dan pajak penghasilan Rp849,4 miliar. Selain itu, juga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk daerah Rp497,3 miliar dan sebesar Rp3,1 triliun atas hak negara/daerah dari penjualan barang rampasan/milik negara atau daerah. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top